PERKUMPULAN Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) menyayangkan perusakan dan pembakaran sejumlah bangunan dan benda cagar budaya di tengah demonstrasi yang meluas pada akhir pekan lalu. Eskalasi demo mengecam DPR yang nirempati terhadap rakyat kebanyakan terjadi setelah pengemudi ojol, peserta demo, tewas dilindas kendaraan taktis atau rantis Brimob pada Kamis malam lalu.
Ketua Umum IAAI Marsis Sutopo mengingatkan adanya aturan internasional yang melindungi bangunan dan benda cagar budaya. “Konvensi Den Haag 1954 melarang perusakan cagar budaya, bahkan dalam konflik perang sekalipun,” ujarnya ketika dihubungi pada Selasa, 2 September 2025.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Marsis menunjuk Wisma MPR di Bandung dan Gedung Grahadi di Surabaya sebagai bangunan cagar budaya yang terdampak demonstrasi beberapa hari lalu. Keduanya turut menjadi sasaran pembakaran dan dijarah isinya pada Jumat dan Sabtu lalu. "Sementara Museum Kediri (Sabtu) yang dijarah atau dirusak termasuk dalam benda cagar budaya koleksi museum,” tuturnya.
Gedung Negara Grahadi Surabaya di Jalan Gubernur Suryo dibakar massa pada Sabtu malam, 30 Agustus 2025. (ANTARA/Willi Irawan)
Dalam pernyataan tertulis, IAAI menekankan bahwa cagar budaya merupakan warisan bangsa yang memiliki nilai sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan. Keberadaannya mencerminkan nilai luhur yang harus dilestarikan untuk memperkukuh jati diri, harkat, martabat, serta persatuan bangsa.
Marsis juga menegaskan bahwa IAAI mendukung penegakan demokrasi, kebebasan berekspresi, dan penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat melalui demonstrasi yang sekarang terjadi di berbagai kota. “Namun sangat disayangkan telah terjadi pembakaran dan perusakan,” ujarnya.
Menyikapi kondisi tersebut, IAAI meminta pemerintah, pemilik, dan pengelola agar meningkatkan perhatian dan pengamanan terhadap bangunan dan benda cagar budaya yang rawan mengalami perusakan. Kepada pengelola museum, khususnya di perkotaan, dimintanya pula perlu memperketat pengawasan untuk mencegah dampak negatif dari aksi serupa.
"IAAI mengajak seluruh pihak untuk menjaga dan melestarikan cagar budaya sebagai kekayaan bangsa yang tak ternilai harganya," kata Marsis lagi.
.png)
6 months ago
5










/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



