Liputan6.com, Jakarta - Aksi penjarahan di rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jalan Mandar, Bintaro Sektor 3A, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, diduga terkoordinasi secara rapi.
Eka, warga setempat mengatakan penjarahan tersebut terjadi dalam dua gelombang, yakni sekitar pukul 11 malam, Sabtu (30/8/2025) dan 2 dini hari Minggu (31/8/2025).
Pada gelombang pertama, massa berdatangan tak terkendali. Bahkan, satpam setempat terkena lemparan batu akibat mencoba mencegah masuk ke dalam kompleks perumahan. Karena kalah jumlah, massa berhasil merangsek masuk ke rumah Sri Mulyani.
Mereka pun langsung mengambil seluruh barang berharga. Mulai dari sepeda, tas, sepatu, jam tangan, dan sebagainya.
Ada Pemberi Komando dari Mobil
Seperti tidak puas, tiba-tiba di jam 2 pagi, pelaku penjarahan gelombang kedua datang lagi. Kali ini, Eka melihat ada sekitar 4 sampai 5 orang di dalam mobil sedan putih seperti memberi komando dengan kode gerak tubuh.
"Tiba-tiba, dari jalan tengah itu ada suara petasan, saya pikir suara tembakan, beberapa kali. Langsung massa bergerak masuk,"ujar Eka.
Pertahanan TNI yang sudah berjaga di pack Jalan Mandar berhasil ditembus. Hingga akhirnya, massa tak dikenal berhasil masuk, membawa sejumlah barang berharga yang tersisa.
Asap state aerial mata membubung tinggi hingga mencapai kawasan Fly Over Senen. Kondisi ini memicu kepanikan, ratusan pendemo berlarian ke arah Salemba untuk menyelamatkan diri.
Pelaku Penjarahan Bukan Warga Setempat
Warga lain Freddy menduga, massa yang berdatangan itu bukan berasal dari warga Pondok Aren atau sekitar. Kalaupun memang warga sini, pasti ada satu atau dua wajah yang dia kenal.
"Dari logatnya, juga sudah beda. Bukan warga sini. Mereka tuh ngambil-ngambilin apa saja. Nanti kalau misal yang keambil sepatu atau parfum yang diambil ternyata rusak, langsung dibuang, berserakkan di mana aja,"katanya.
Selain itu, kata Freddy, sekuriti kompleks rumah Sri Mulyani luka terkena lemparan batu dari massa. "Kasihan sekuritinya, kena lempar batu,"katanya.
Kini terlihat, bila warga sekitar masih berkumpul untuk melihat kondisi terakhir rumah Sri Mulyani. Gang rumah tersebut pun masih dijaga ketat anggota TNI, dan portal dalam keadaan tertutup.
.png)
6 months ago
5
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4023003/original/099779700_1652589008-20220515-kawasan-Puncak-dipadati-pengunjung-ARBAS-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395852/original/059565400_1761719504-IMG_1230.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5256737/original/089202700_1750249802-33283e84-b51c-45ad-88b7-d109fe5b77cd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448086/original/075231200_1765984744-Banner_Infografis_Fakta_IPO_H.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1445503/original/058978900_1482662656-20161225--Kemacetan-Mengular-Menuju-Ragunan-Jakarta--Helmi-Afandi-06.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/776660/original/052966400_1417978317-Pohon-Tumbang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442683/original/005284800_1765564258-IMG_6625.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423875/original/035710600_1764118547-WhatsApp_Image_2025-11-25_at_22.04.57__2_.jpeg)


/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



