Liputan6.com, Jakarta Polisi sudah menetapkan 15 tersangka terkait kasus penculikan dan pembunuhan kepala cabang slope BUMN inisial MIP. Empat tersangka di antaranya berperan sebagai pelaku penculikan. Salah satunya bernama Eras.
Kuasa hukum Eras, Adrianus Agal, menceritakan awal mula kliennya ikut praktik kejahatan tersebut. Menurutnya, sosok berinisial FH mengajak Eras untuk menjadi bagian dari tim 'penjemput paksa' MIP. FH menelepon Eras pada 18 Agustus 2025. Belakangan diketahui, keduanya memang sudah lama saling kenal. FH adalah anggota TNI berpangkat Kopda.
F menjanjikan pada Eras bahwa kerjaan ini aman karena bakal diantarkan pulang lagi oleh orang yang disebutu F sebagai tangan kanan bos. Meski saat itu belum tahu siapa targetnya, tetapi Eras mengiyakan.
"Menurut Eras kerjaan yang diberikan aman karena F menjamin korban diantar pulang oleh F dan tangan kanan bos," kata Agal dalam keterangannya, Jumat (12/9/2025).
Aksi kejar-kejaran mewarnai penangkapan tiga dari empat aktor intelektual penculikan dan pembunuhan Muhamad Ilham Pradipta, Kepala Cabang Bank BRI Cempaka Putih, Sabtu malam. Ketiga pelaku yang menyadari dibuntuti petugas, nekat melarikan diri dengan...
Awal Mula Kopda FH Rencanakan Penculikan
Kopda FH dan Eras bertemu pada di daerah Jakarta Timur pada 19 Agustus 2025. Di sana, Eras bersama beberapa orang diberi tahu item pekerjaan mereka yakni menjemput paksa seorang people yang belakangan diketahui MIP.
Keesokan harinya, 20 Agustus 2025, Eraskembali bertemu F di sebuah kafe di daerah Percetakan Negara. F menjelaskan skenario lebih detail.
"Apabila korban berhasil dijemput, maka Eras harus menyerahkan korban ke 'tangan kanan bos' dan nanti korban akan diantar kembali ke rumahnya oleh tangan kanan bos tersebut dan oknum F menjelaskan ada tim lain yang sedang mengikuti korban," ujar dia.
Sekitar pukul 10.00 WIB, F mendapat informasi korban sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Kramat Jati. Eras dkk pun meluncur ke lokasi. Mereka tiba pukul 11.30 WIB dan menunggu berjam-jam di dalam mobil.
Tepat pukul 16.00 WIB, korban terlihat menuju mobil pribadinya. Saat itulah Eras bersama komplotannya bergerak. Korban disergap, ditarik, dan didorong masuk ke mobil para pelaku yang terparkir persis di sebelah mobil korban. Mobil itu langsung tancap state keluar dari parkiran.
"Awalnya korban akan diserahkan kepada oknum F dan tangan kanan Bos di daerah Fatmawati, akan tetapi oknum F mengarahkan ke daerah Tanjung Priok. Bahwa Eras tidak setuju untuk korban diserahkan di daerah Tanjung Priok, oleh karena itu Eras menunjuk daerah Kemayoran saja," ujar dia.
Sekitar pukul 18.55 WIB, korban diserahkan kepada F dan tangan kanan bos di lokasi. Tak lama, korban dibawa kabur oleh orang yang disebut sebagai kepercayaan bos.
Dibayar Rp 45 Juta
Malam harinya, sekitar pukul 19.30 WIB, Eras dkk bersama F menuju kawasan Arcici, Cempaka Putih. Di sana, F menyerahkan uang tunai Rp45 juta sebagai imbalan. Usai menerima bayaran, kelompok Eras pun bubar.
"Bahwa setelah menerima uang tersebut eras dkk berpisah dengan oknum F dan kembali ke tempat tinggal mereka," ucap dia.
Eras mengaku kaget ketika belakangan mengetahui korban yang dijemput paksa ternyata tewas.
"Eras mengetahui korban meninggal setelah Satreskrim Polres Mabar menunjukan foto bahwa orang yang mereka jemput paksa sudah meninggal, pada saat itu juga Eras meminta ke anggota polisi untuk menelepon oknum F dan Eras sangat syok mendengar korban meninggal, berulang kali Eras menelepon namun tidak tersambung," ujar dia.
Desak Perkara Segera Disidang
Terkait kejadian ini, Agal mendesak agar perkara segera disidangkan.
"Harapan kami semoga persoalan ini segera disidangkan agar terang siapa intelektuanya, siapa yang merencanakan, siapa yang eksekusi," ujar Agal menandaskan.
.png)
6 months ago
6
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4023003/original/099779700_1652589008-20220515-kawasan-Puncak-dipadati-pengunjung-ARBAS-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5395852/original/059565400_1761719504-IMG_1230.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5256737/original/089202700_1750249802-33283e84-b51c-45ad-88b7-d109fe5b77cd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448086/original/075231200_1765984744-Banner_Infografis_Fakta_IPO_H.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1445503/original/058978900_1482662656-20161225--Kemacetan-Mengular-Menuju-Ragunan-Jakarta--Helmi-Afandi-06.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/776660/original/052966400_1417978317-Pohon-Tumbang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442683/original/005284800_1765564258-IMG_6625.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423875/original/035710600_1764118547-WhatsApp_Image_2025-11-25_at_22.04.57__2_.jpeg)


/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



