10 Pihak Anggap DPR Jadi 'Biang Kerok' Gelombang Demo, JK: Asal Bicara, Hina Rakyat

6 months ago 6

TRIBUNNEWS.com - Sejumlah pihak menganggap gelombang demonstrasi yang terjadi dimulai di Jakarta hingga merembet ke berbagai wilayah Indonesia, terjadi karena sikap anggota DPR RI.

Aksi unjuk rasa pertama kali terjadi pada Senin (25/8/2025), buntut polemik gaji dan tunjangan DPR RI.

Aksi kemudian berlanjut pada Kamis (28/8/2025), yang berujung pada tewasnya pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan.

Affan tewas setelah mobil rantis milik Brimob melindasnya di jalanan kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis malam.

Kematian Affan membuat publik geram sehingga gelombang demonstrasi meluas ke berbagai wilayah Indonesia.

Aksi-aksi itu di antaranya digelar di Gedung DPRD Sumatra Utara (Sumut), Mapolda Sumatra Barat (Sumbar), Gedung DPRD Jambi, Polda Metro Jaya, Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Mapolda Jateng, Mako Brimob Batalyon C Solo, Mapolda DIY, Mapolda Kalteng, dan Gedung DPRD Makassar.

Baca juga: Di Mana Ahmad Sahroni dan Anggota DPR Lainnya usai Buat Pernyataan Kontroversi hingga Picu Demo?

Di Makassar, Gedung DPRD dibakar dan aksi demo mengakibatkan tiga korban tewas.

Meski aksi lanjutan banyak yang menargetkan markas polisi, sejumlah pihak menilai demonstrasi besar tidak akan terjadi jika DPR bersedia menerima dan mendengar aspirasi rakyat Indonesia.

1. Jusuf Kalla (JK)

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menilai akar meluasnya gelombang demonstrasi di sejumlah wilayah merupakan penyebab dari sikap anggota DPR.

Ia menyebut anggota DPR telah melukai hati rakyat sebab berbicara sembarangan dan cenderung merendahkan.

"Jangan bicara asal-asal dan jangan menghina masyarakat. Ini semua yang menjadi penyebab daripada masalah," kata JK dalam sebuah video yang diterima Kompas.com, Jumat (29/8/2025).

JK pun mengingatkan, agar gelombang demonstrasi yang terjadi sejak Kamis (28/8/2025), harus menjadi pelajaran besar bagi anggota DPR.

"Bagi para pejabat, para anggota DPR, untuk menahan diri. Ini harus menjadi pelajaran yang besar," tegasnya.

2. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengucapkan bela sungkawa atas kematian Affan Kurniawan.

Ia menyebut, tewasnya Affan dan aksi demonstrasi tidak akan terjadi apabila sejak awal, DPR bersedia menerima kehadiran massa dan mendengarkan aspirasi mereka.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini