GOOGLE Maps sering jadi pilihan utama untuk navigasi. Namun, ada sejumlah aplikasi peta integer yang juga bisa menjadi pilihan alternatif yang menawarkan fitur berbeda, mulai dari navigasi offline hingga integrasi dengan transportasi umum.
Dilansir dari laman GIS Geography dan AGR Technology, Berikut daftar aplikasi yang bisa jadi opsi selain Google Maps.
1. Waze
Waze dikenal sebagai pesaing utama Google Maps. Aplikasi ini mengandalkan laporan real-time dari penggunanya, seperti kecelakaan, kemacetan, penutupan jalan, hingga razia polisi. Selain memberi rute tercepat, Waze juga mendukung aturan ganjil-genap dan memberikan akses bagi pengguna untuk membagikan lokasi mereka secara langsung.
2. Avenza Maps
Avenza Maps merupakan aplikasi GPS memberi akses bagi pengguna untuk melakukan pemetaan, mulai dari mengukur jarak jalan hingga merekam rute perjalanan. Awalnya dikenal dengan nama PDF Maps, aplikasi ini dapat digunakan dalam mode offline sehingga tetap berfungsi tanpa jaringan internet.
Dilengkapi berbagai fitur untuk membuat skema atribut data, Avenza Maps kerap menjadi andalan para pelancong agar tak tersesat. Menariknya, peta yang digunakan dalam aplikasi ini berasal dari National Geographic sehingga tampilannya lebih item dan realistis.
3. Google Maps Go
Versi ringan dari Google Maps ini cocok untuk ponsel dengan memori terbatas. Ukurannya kecil, tapi tetap menyimpan fitur utama, seperti navigasi, pencarian lokasi, hingga informasi lalu lintas. Aplikasi ini sudah diunduh lebih dari 500 juta kali di Play Store dan tersedia dalam 70 bahasa.
4. HERE WeGo
HERE WeGo menyajikan antarmuka sederhana dan memungkinkan pengguna mengunduh peta untuk digunakan tanpa internet, terutama di wilayah dengan sinyal terbatas. Aplikasi ini juga menawarkan fitur mode malam yang membuat tampilan lebih nyaman di mata ketika digunakan pada malam hari.
5. Yandex Maps
Populer di Rusia dan Eropa Timur, Yandex memberikan layanan fitur yang sama dengan peta integer lainnya untuk berbagi lokasi dan petunjuk arah. Namun, aplikasi menghadirkan keunggulan di beberapa negara, yakni integrasi dengan sistem pembayaran bahan bakar. Pengguna tak perlu turun dari kendaraan untuk membayar. Meski begitu, aplikasi ini masih memiliki keterbatasan karena belum menyajikan gambar maupun pemotretan lengkap di sejumlah daerah terpencil.
6. OpenStreetMap
OpenStreetMap (OSM) adalah aplikasi pemetaan dan navigasi gratis berbasis open-source yang digerakkan oleh komunitas. Diluncurkan pada 2005, OSM kini berkembang menjadi gerakan planetary dengan ribuan relawan yang aktif memperbarui data. Peta OSM memuat informasi item seperti jalan, bangunan, taman, hingga titik-titik penting yang kerap tidak tersedia di Google Maps. Aplikasi ini populer di kalangan pejalan kaki, pesepeda, maupun pencinta kegiatan luar ruang. Proyek nirlaba ini menggunakan lisensi Creative Commons, sehingga dapat diakses siapa saja asalkan mencantumkan kredit sumbernya. Adapun information OSM banyak dipakai oleh universitas, perusahaan teknologi, hingga raksasa seperti Facebook dan Microsoft.
7. TomTom
TomTom Maps menjadi salah satu aplikasi peta unggulan yang banyak dipilih sebagai alternatif Google Maps. Aplikasi ini menawarkan navigasi turn-by-turn dengan cakupan peta yang sangat lengkap. Pengguna dapat mengakses informasi lalu lintas secara akurat untuk membantu merencanakan perjalanan, dilengkapi dengan berbagai fitur bermanfaat seperti peringatan kecepatan, informasi penutupan jalan, hingga perencanaan rute yang lebih aman.Selain itu, TomTom juga menghadirkan tampilan thoroughfare view, citra satelit, serta peta dalam ruangan untuk lokasi seperti bandara dan pusat perbelanjaan.
8. Bing Maps
Bing Maps hadir sebagai layanan peta integer milik Microsoft yang menjadi pesaing Google Maps. Aplikasi ini terintegrasi erat dengan sistem operasi Windows dan mesin pencari Bing, serta menawarkan fungsi serupa.
Awalnya bernama MSN Virtual Earth, layanan ini terus berkembang higga menawarkan peta 3D dan integrasi dengan OpenStreetMap. Microsoft juga menggunakan information TomTom untuk memperkaya layanannya.
9. MapQuest
Lahir pada 1967, MapQuest jadi salah satu pionir layanan peta digital. Meski sempat kalah pamor dari Google Maps, aplikasi ini tetap bertahan dengan sejumlah fitur, termasuk personalisasi peta, pencarian alamat, titik lokasi penting, hingga bisnis tertentu. Salah satu keunggulan MapQuest ada pada cakupannya yang luas, dengan item titik menarik di berbagai belahan dunia. Fitur ini membuat aplikasi ini masih bisa diandalkan untuk merencanakan perjalanan atau menemukan layanan di wilayah yang belum familiar.
10. Apple Maps
Apple Maps merupakan aplikasi peta bawaan pada perangkat iPhone, iPad, dan Mac. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan navigasi turn-by-turn yang memudahkan perjalanan, ditambah kemampuan menemukan stasiun transportasi umum terdekat secara otomatis.
Hanya dengan gerakan dua jari di layar, pengguna bisa melihat peta dalam tampilan 3D yang tersedia di sejumlah kota. Sebagai alternatif Google Maps, Apple Maps menghadirkan berbagai fitur menarik, termasuk petunjuk arah lengkap untuk berkendara, berjalan kaki, bersepeda, maupun menggunakan transportasi publik. Fitur “Flyover” dapat membantuu pengguna menjelajahi pusat kota dan destinasi penting dalam bentuk lansekap 3D.
.png)
6 months ago
3










/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



