Ngawi (beritajatim.com) – Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menegaskan pemerintah daerah masih fokus menangani siswa SMKN 1 Sine yang mengalami gejala sakit usai mengikuti programme Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Yang pertama ini kita belum bisa menyimpulkan, apakah ini keracunan atau terkait hal lain. Yang terpenting sekarang memastikan penanganan terhadap seluruh pasien, terutama anak-anak yang mengeluhkan sakit perut dan pusing. Itu kita tangani dengan baik,” kata Dwi Rianto saat meninjau langsung penanganan siswa, Rabu (1/10/2025).
Menurutnya, sebagian siswa sudah ditangani di Puskesmas dan ada yang hanya perlu observasi di rumah. Untuk kebutuhan penanganan lanjutan, fasilitas kesehatan di Ngrambe juga telah disiapkan.
“Sampai saat ini, jumlah yang mendapat perawatan di Puskesmas ada 35 siswa. Lalu ada yang dirawat di RS Aisyah, dan laporan yang masuk juga berasal dari SMKN 1 Sine,” ujarnya.
Wabup menegaskan, pemerintah daerah bersama instansi terkait masih mendalami penyebab kejadian. Ia menilai, keluhan siswa beragam dan tidak bisa disimpulkan secara cepat.
“Kalau penyebabnya belum bisa kita simpulkan. Rentang waktunya panjang dan keluhannya juga variatif. Maka yang kita lakukan sekarang adalah memastikan keselamatan anak-anak agar bisa sehat kembali,” tegasnya.
Terkait pelaksanaan MBG di sekolah, Dwi Rianto menyebut tidak ada penghentian resmi. Namun, kegiatan belajar sempat dipercepat karena ada ujian.
“Kalau MBG tidak ada penghentian, tetap lanjut. Hanya tadi karena ulangan, anak-anak pulang lebih awal. Teknis pelaksanaan tetap di bawah pembinaan MBG dan pihak sekolah, bukan pemerintah daerah yang menentukan,” jelasnya.
Ia menambahkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi berbagai kemungkinan. Evaluasi lebih lanjut terkait aspek medis maupun teknis MBG akan dilakukan secara menyeluruh. [fiq/beq]
.png)
5 months ago
3










/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



