Seniman NU Jatim Baca Al-Fatihah untuk Keselamatan Negeri

6 months ago 5

Surabaya (beritajatim.com) – Seniman dan budayawan yang berada dalam naungan Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PWNU Jatim secara bersama-sama membaca surat al-Fatihah. Pembacaan surat dimaksudkan untuk keselamatan negeri Indonesia.

Prosesi doa dan pembacaan surat al-Fatihah ini mengawali acara “Pesta Puisi Kemerdekaan di Ujung Bulan”, pada Minggu (31/8/2025) di Aula KH Bisri Syansuri, PWNU Jawa Timur. Acara ini sekaligus Launching Buku Puisi “Pengantin Bulan Domba” karya Didik Wahyudi. Penyair yang alumni Unesa ini, dikenal aktif berteater lewat Teater Institut Surabaya.

Foto BeritaJatim.comAcara “Pesta Puisi Kemerdekaan di Ujung Bulan”, pada Minggu (31/8/2025) di Aula KH Bisri Syansuri, PWNU Jawa Timur.

Ketua Lesbumi PWNU Jatim Riadi Ngasiran meminta semua pihak bisa menahan diri. Saling menjaga agar situasi bisa kondusif. Dia prihatin dengan kerusuhan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Riadi Ngasiran menyoroti sensitivitas dan empati para elite politik. “Hilangnya sensitivitas dan empati para elite politik atas kondisi masyarakat menjadikan kekesalan itu memuncak. Bila kemudian terjadi amuk massa, aksi sosial dan demontrasi, hal itu merupakan pelepasan dari kekesalan dan kejengkelan yang tak terkendali,” tuturnya.

Foto BeritaJatim.comAcara “Pesta Puisi Kemerdekaan di Ujung Bulan”, pada Minggu (31/8/2025) di Aula KH Bisri Syansuri, PWNU Jawa Timur.

Riadi Ngasiran melihat momentum ini sebagai saat yang tepat untuk koreksi diri. “Saat ini, saat yang tepat bagi para elite politik, pemimpin pemerintahan, untuk melakukan koreksi diri. Koreksi atas tindakan dan ucapan mereka yang seolah tanpa kontrol itu,” katanya.

Sementara itu, sejumlah seniman dan budaywan tampak akan hadir dalam acara launching buku puisi karya Didik Wahyudi. Mereka adalah Mardi Luhung, Suharmono Kasiyun, Aji Ramdhan, Kiai Chalim Kohari, Muhammad Choiri, Haidar Hafiiz, Woro Indah Lestari, dll.

“Kami sengaja mengumpulkan para seniman dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia kita tercinta pada akhir bulan. Hal ini lazim bagi warga Nahdliyin, peringatan harlah misalnya, ya bisa berlangsung sebulan penuh. Termasuk peringatan Proklamasi Kemerdekaan Bangsa kita ini, ” tutur Ning Nabila Dewi Gayatri, Sekretaris Lesbumi PWNU Jatim. [but]

Read Entire Article









close
Banner iklan disini