Gresik (beritajatim.com) – Ribuan warga ringing satu Petrokimia Gresik (PG) dihibur wayang kulit dengan lakon ‘Banjaran Narayana’ di SOR Tridharma. Warga dari golongan tua maupun muda rela duduk sambil menggelar tikar demi menyaksikan pagelaran budaya dengan dalang Ki Anom Dwijokangko dan sinden fenomenal Niken Salindri.
Lakon Banjaran Narayana menceritakan seorang tokoh ksatria yang cerdas dan berbudi luhur. Cerita ini sangat pas dengan ulang tahun Petrokimia Gresik ke 53 sebagai perusahaan solusi agroindustri yang terus bertransformasi mendukung ketahanan pangan.
Panggih (70) warga asal Kebomas, Gresik menceritakan dirinya selalu hadir setiap ada pagelaran wayang kulit yang digelar Petrokimia Gresik.
“Setiap tahun saya selalu hadir bersama istri kecuali saat ada covid-19,” ujarnya sambil tersenyum, Jumat (29/8/2025).
Sementara itu, Rusmiyanti (25) asal Kelurahan Sukorame, Kecamatan Gresik yang mewakili generasi muda menuturkan, dirinya sedikit tahu mengenai cerita wayang kulit karena kerap kali diajak orang tuanya.
“Semula tidak mau wong cuma menonton wayang kulit di malam hari. Tapi lama kelamaan akhirnya sedikit tahu. Banyak filosofi perjalanan hidup dalam cerita wayang kulit,” tuturnya.
Direktur Keuangan dan Umum (DKU) Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo mengatakan, pagelaran wayang kulit ini memberikan eksistensi pada pekerja seni sekaligus melestarikan budaya asli Indonesia.
“Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap kesenian wayang kulit serta memperkenalkan kepada generasi muda,” katanya.
Pagelaran wayang kulit tersebut juga dimeriahkan dalang muda Ki Ahmad Bagas Setiawan binaan Petrokimia Gresik serta bintang tamu Jo Klithik dan Jo Kluthuk. [dny/ian]
.png)
6 months ago
6










/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



