Ratusan Mahasiswa Cipayung Plus Unjuk Rasa ke Polres Sumenep

6 months ago 6

Sumenep (beritajatim.com) – Ratusan mahasiswa dari berbagai elemen berunjukrasa ke Polres Sumenep. Mereka menyebut atas nama Cipayung Plus Kabupaten Sumenep, Madura.

Aliansi Cipayung Plus tersebut terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), serta Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Sumenep (BEMSU).

Korlap aksi, Khoirus Sholeh, mengatakan aksi itu merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan salah satunya atas kematian afan kurniawan, pengemudi ojek online

‎‎Menurutnya, aksi tersebut lahir dari keprihatinan atas berbagai insiden beberapa hari belakangan yang menelan banyak korban. Para mahasiswa berharap agar insiden itu tidak terjadi di Sumenep.

“Jangan sampai insiden itu terjadi di Sumenep. Siapapun yang melakukan penindasan, akan kami selesaikan dengan adat Madura,” tandasnya, Senin (01/08/2025).

Para mahasiswa kemudian berdoa bersama-sama dan membacakan Al Fatihah untuk almarhum Affan. Setelah itu, mahasiswa pun membacakan sumpah janji mahasisiswa.

Para mahasiswa bertahan di depan Mapolres, meminta agar Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda keluar dan menemui mahasiswa. Para mahasiswa mengaku ingin berdiskusi langsung dengan Kapolres.

“Kami tunggu disini Pak Kapolres. Untuk berdiskusi bersama kami para mahasiswa. Aksi kami tidak akan anarkis. Ini aksi solidaritas,” tandas Khoirus Sholeh.

Sebagai jaminan bahwa aksi tidak akan anarkis, sang orator meminta agar korlap aksi melakukan pengecekan. Apabila ada penyusup yang ikut demo, maka diminta untuk dibawa keluar barisan.

“Cek pasukan kita. Jangan sampai ada penyusup. Kalau sampai ada penyusup ikut aksi solidaritas Cipayung plus, seret saja ke luar barisan,” tegas Khoirus.

Sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat kepolisian. Aksi saling dorong itu terjadi ketika mahasiswa mencoba memaksa masuk ke Mapolres Sumenep untuk bertemu langsung dengan Kapolres. Anggota yang berjaga pun langsung membentuk pagar betis, menghalangi para mahasiswa yang nekat akan menerobos barikade polisi.

Mahasiswa meminta Kapolres untuk keluar dan menemui mereka. Para mahasiswa juga meminta agar Kapolres bersedia menandatangani tuntutan para pengunjukrasa. (tem/ted)

Read Entire Article









close
Banner iklan disini