Gresik (beritajatim.com)– Puluhan nelayan di sekitar daerah operasional PT Freeport Indonesia (PTFI) Gresik, sumringah mendapat pelatihan pembuatan apartemen kepiting.
Ada 30 nelayan dari Desa Sidomukti, Manyarejo, dan Manyar Sidorukun sangat antusias mendapat materi mengenai teknik pembuatan apartemen kepiting, penggemukan, pemberian pakan, serta pemantauan kondisi kepiting.
Vice President External Affairs Smelter PTFI, Erika Silva mengatakan, melalui pelatihan ini nelayan memiliki alternatif usaha yang dapat meningkatkan pendapatan mereka serta memiliki usaha yang lebih mandiri.
“Kepiting merupakan salah satu tangkapan utama nelayan di Gresik yang memiliki nilai ekonomi tinggi dengan permintaan pasar yang terus meningkat. Tapi saat ini hasil tangkapan kepiting yang didapat berukuran kecil sehingga tidak mempunyai nilai jual yang tinggi,” katanya, Rabu (17/12/2025).
Selain diberi pelatihan bagaimana membuat apartemen kepiting. PTFI juga menghadirkan wirausahawan bidang perikanan sekaligus narasumber pelatihan Eko Husaini.
Menurut Eko, apartemen kepiting merupakan struktur buatan di dasar perairan yang berfungsi sebagai tempat berlindung dan berkembang biak kepiting.
“Budidaya melalui apartemen kepiting menjadi alternatif yang mampu meningkatkan populasi kepiting sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem,” ungkapnya.
Peserta pelatihan juga diberi kesempatan melakukan praktik langsung pembuatan apartemen kepiting.
Sementara itu, salah satu nelayan Sobirin menuturkan, pelatihan ini membuat dirinya paham cara membudidayakan kepiting dengan lebih efisien.
“Dengan pembuatan apartemen kepiting ini, kami berharap kepiting yang berukuran kecil dapat digemukkan sehingga bisa memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” tuturnya.
Kegiatan ini merupakan pelatihan ketiga yang telah diselenggarakan oleh PTFI. Dua pelatihan sebelumnya adalah pelatihan penggunaan kultur probiotik sebagai alternatif pupuk tambak agar
budidaya bandeng lebih efektif. (dny/ted)
.png)
3 months ago
2










/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



