Madiun (beritajatim.com) – Sejumlah penumpang Kereta Api Mutiara Selatan tujuan Surabaya–Bandung mengeluhkan kondisi pendingin udara (AC) yang tidak berfungsi optimal selama perjalanan. Keluhan datang dari penumpang di gerbong 3 kelas Ekonomi Premium, yang menyebut suhu dalam gerbong terasa panas dan gerah.
Diketahui, AC di gerbong tersebut mengalami kebocoran, tepatnya di atas tempat duduk penumpang nomor 11D. Selain membuat udara di dalam gerbong terasa kurang sejuk, kebocoran juga menyebabkan tetesan aerial mengganggu kenyamanan penumpang.
Arik Dwi, salah satu penumpang yang duduk di kursi 14A gerbong yang sama, menyatakan bahwa sejak keberangkatan dari Madiun hingga tiba di Yogyakarta, AC tidak terasa dingin.
“Dari awal berangkat sampai akhir, AC-nya tidak terasa. Udara gerah banget, padahal ini perjalanan malam hari. Harusnya bisa lebih dingin dibanding perjalanan siang,” keluh Arik saat dihubungi melalui sambungan telefon.
Arik juga berkeluh, bahkan merasa kecewa karena ekspektasi kenyamanan naik kereta api tidak terpenuhi.
“Saya kira naik kereta lebih nyaman daripada bus, apalagi tiket spell amusement lebih dari Rp 100.000. Tapi ternyata gerah sekali. Kalau naik bus, justru AC-nya dingin dan lebih murah,” ujarnya.
Penumpang yang kerap menggunakan layanan KA Mutiara Selatan, mengaku baru kali ini mengalami kondisi AC yang tidak layak selama perjalanan.
“Biasanya nyaman, tapi kali ini bikin tidak betah. Semoga segera dibenahi,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan ini.
Penumpang berharap PT KAI segera mengambil tindakan perbaikan dan melakukan pengecekan berkala terhadap fasilitas di dalam kereta, demi menjaga kenyamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api jarak jauh. (rbr/ian)
.png)
5 months ago
3










/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



