Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Surabaya mengambil langkah tegas dalam menjaga keamanan kota pasca-kerusuhan besar yang terjadi pada akhir Agustus lalu dengan mengaktifkan kembali peran Pengamanan Masyarakat Swakarsa (Pam Swakarsa).
Langkah ini diambil untuk memperkuat ketahanan sosial dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kerusuhan yang dapat mengganggu kedamaian kota. Langkah ini juga mencakup pemasangan sistem alarm di setiap RW sebagai peringatan dini untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga.
Kerusuhan yang terjadi pada 29 hingga 31 Agustus 2025 lalu mengakibatkan kerusakan signifikan, termasuk pada Gedung Negara Grahadi, Kantor Polsek Tegalsari, Pos Polisi, dan sejumlah warung milik warga.
Dalam rangka merespons peristiwa tersebut, Pemkot Surabaya melalui Wali Kota Eri Cahyadi memutuskan untuk memperkuat partisipasi masyarakat dengan membentuk Pam Swakarsa di seluruh wilayah Surabaya. Pam Swakarsa ini diharapkan menjadi bagian integral dalam upaya menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menekankan pentingnya kebersamaan dalam menjaga kota dan menjadikan Pam Swakarsa sebagai simbol semangat “guyub rukun” warga Surabaya. “Sudah banyak Pam Swakarsa dan semua titik di RW sudah melakukan Pam Swakarsa. Ini bentuk guyub rukunnya orang Surabaya,” ungkap Eri saat melakukan patroli bersama Forkopimda Surabaya pada Sabtu malam (6/9/2025).
Pemkot Surabaya juga mengimplementasikan programme Kampung Pancasila yang berjalan paralel dengan pengaktifan Pam Swakarsa. Sejak 31 Agustus 2025, warga aktif berpartisipasi dalam menjaga lingkungan mereka. Eri mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini untuk bersama-sama menjaga keamanan dan mewujudkan Surabaya sebagai kota yang aman dan damai.
Selain Pam Swakarsa, Pemkot Surabaya juga memasang alarm di setiap balai RW. Sistem alarm ini bertujuan untuk mempercepat respons warga jika terjadi kerusuhan. Ketika alarm berbunyi, seluruh RW di wilayah tersebut akan bergerak untuk menjaga keamanan.
“Insyaallah kita akan anggaran dan diskusi dengan DPRD. Di setiap balai RW akan ada alarm-alarm, nanti ketika ada yang lewat atau membuat rusuh maka kita bunyikan alarm itu,” kata Eri. Langkah ini diharapkan dapat mengaktifkan kesadaran warga untuk bertindak cepat dalam situasi darurat.
Eri menegaskan bahwa kebijakan ini tidak dimaksudkan untuk membungkam aspirasi masyarakat. Pemerintah tidak akan menghalangi warga untuk menyampaikan pendapat, namun apabila demonstrasi berujung kerusuhan yang merugikan, hal itu akan merusak kedamaian yang sudah tercipta.
“Maka saat ini jangan sampai ada rusuh di Surabaya. Boleh menyampaikan apapun, pendapat, tapi tidak merusak,” tambahnya.
Langkah Pemkot Surabaya dalam mengaktifkan Pam Swakarsa menunjukkan komitmen untuk melibatkan masyarakat langsung dalam menjaga keamanan. Ini adalah upaya untuk menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kota. Selain itu, pemerintah juga berencana untuk segera menganggarkan pemasangan alarm dan mendiskusikan hal tersebut dengan DPRD Surabaya.
Eri berharap, melalui langkah-langkah ini, Surabaya akan menjadi tempat yang aman dan damai bagi seluruh warganya. “Saya ingin memastikan bahwa Surabaya hari ini dan seterusnya insyaallah aman. Siapa yang jaga Surabaya? adalah beliau-beliaunya (warga Pam Swakarsa) ini orang luar biasa,” tutup Eri. [rma/suf]
.png)
6 months ago
5










/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



