MTN Seni Budaya Jaring Talenta Muda, Malang Jadi Lokus Regenerasi Sastrawan

6 months ago 3

Malang (beritajatim.com) – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, melalui programme Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya, meluncurkan rangkaian lokakarya dan seminar intensif yang menargetkan ribuan talenta muda. Program bertajuk “Dari Kata, Untuk Kita” ini diinisiasi untuk menjaring, membina, dan meningkatkan daya saing para calon sastrawan agar siap menembus panggung global.

Acara ini diadakan bekerja sama dengan mitra kolaborator lokal, Pelangi Sastra Malang, dan menggandeng Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya. Selain itu itu juga berkolaborasi dengan komunitas Gubuk Tulis, Barasua dan Halaman Delapan.

Program ini dilaksanakan untuk menjadi jembatan bagi talenta terpilih agar mendapat bimbingan dari para ahli di bidangnya. Rangkaian acara ini terbagi menjadi dua kegiatan utama: MTN Asah Bakat sebagai sesi pelatihan intensif dengan sastrawan dan MTN Ikon Inspirasi sebagai wadah menjaring bibit-bibit penulis dan menularkan inspirasi dari para maestro.

Ketua Pelaksana MTN Seni Budaya Lokus Malang, Denny Misharudin, menjelaskan bahwa programme ini dirancang sebagai sistem pembinaan berjenjang yang berkelanjutan. Menurutnya, tujuan utama MTN adalah mendorong proses regenerasi talenta seni budaya, khususnya di bidang sastra, secara sistematis.

“MTN bukan sekadar programme satu kali jalan, tapi sebuah sistem berjenjang untuk memastikan talenta Indonesia siap bersaing. Ini adalah upaya kami untuk meningkatkan kapasitas talenta lokal agar relevan dengan perkembangan planetary serta membangun kemitraan dengan berbagai institusi terpercaya,” ungkap pria yang juga bergiat di Pelangi Sastra Malang itu, saat ditemui di sela acara pembukaan, Senin (15/9/2025).

Kegiatan pertama dari programme ini adalah MTN Asah Bakat, yang merupakan ajang pembibitan melalui kelas-kelas penulisan spesifik. Rangkaian kelas ini diikuti oleh kurang lebih 200 peserta yang telah terseleksi, terdiri dari siswa SMA, mahasiswa, anggota komunitas sastra, dan masyarakat umum dengan batas usia tertentu.

“Komposisi pesertanya adalah 80% talenta muda dengan usia maksimal 25 tahun dan 20% sisanya maksimal 35 tahun. MTN ingin memberikan ruang prioritas bagi generasi penerus,” tambah Denny.

Jadwal MTN Asah Bakat diselenggarakan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya dengan rincian sebagai berikut:

1.Kelas Cerpen: Senin, 15 September 2025, dibimbing oleh Sasti Gotama, sastrawan peraih penghargaan sastra Khatulistiwa.

2.Kelas Novel: Selasa, 23 September 2025, akan diisi oleh novelis ternama Yusi Avianto Pareanom.

3.Kelas Puisi: Selasa, 23 September 2025, menghadirkan penyair Yohan Fikri sebagai narasumber.

Denny menegaskan bahwa information dari para peserta yang telah terjaring dan terlatih ini akan diserahkan kepada tim MTN Seni Budaya Kementerian Kebudayaan RI untuk dibina lebih lanjut. “Prosesnya tidak berhenti di pembibitan ini. Sesuai panduan, akan ada jenjang presentasi, laboratorium kreatif, dan pengembangan lanjutan lainnya,” jelasnya.

Selain MTN AsahBakat akan ada MTN Ikon Inspirasi yang akan digelar pada Rabu, 24 September 2025, di Gedung Samantha Krida, Universitas Brawijaya. Acara ini dirancang sebagai seminar akbar yang menargetkan 2.000 peserta untuk mendapatkan suntikan motivasi dan wawasan langsung dari para ikon sastra Indonesia.

Dua nama besar yang akan dihadirkan sebagai narasumber adalah Dee Lestari, penulis novel-novel bestseller yang karyanya telah mendunia, dan Valiant Budi Yogi atau Vabyo, seorang penulis inspiratif yang dikenal luas di kalangan generasi muda.

“Kami menghadirkan Dee Lestari dan Vabyo karena rekam jejak mereka kami yakini mampu memberikan inspirasi mendalam bagi para calon talenta. Melalui sesi ini, kami berharap para peserta dapat memahami bagaimana cara memasuki dan bertahan di dunia kesusastraan secara profesional,” ujar Denny.

Foto BeritaJatim.comSuasana MTN Asah Bakat (Foto: Dani Alifian/beritajatim.com)

Kolaborasi strategis dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya menjadi salah satu kunci keberhasilan acara ini. Dekan FIB UB, Sahiruddin, S.S., M.A., Ph.D., menyambut hangat inisiatif yang sejalan dengan visi akademis fakultasnya. Ia mengaku bangga FIB UB dapat menjadi bagian dari programme nasional sekaliber MTN.

“Kalian harus merasa terhormat karena menjadi bagian dari MTN,” pesannya kepada para peserta. Ia juga menyoroti bagaimana kehadiran sastrawan berprestasi seperti Sasti Gotama, yang juga pernah meraih penghargaan dari UB, dapat menjadi contoh nyata bagi para mahasiswa dan talenta muda lainnya.

Antusiasme tidak hanya datang dari penyelenggara, tetapi juga dari para peserta. Zarnita Khaerani, salah satu peserta sesi kelas cerpen, mengaku sangat senang bisa mengasah kemampuannya secara langsung dari ahlinya.

“Program ini sangat bermanfaat. Saya bisa belajar banyak hal baru tentang teknik menulis cerita. Menarik sekali materi yang disajikan oleh penulis pemenang penghargaan sastra Khatulistiwa itu,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Dengan full 2.200 talenta yang terlibat, MTN Seni Budaya Lokus Malang diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi lahirnya sastrawan-sastrawan baru yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga mampu membawa karya sastra Indonesia ke kancah internasional.

Untuk mengetahui lebih banyak tentang programme Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya, masyarakat dapat memantau informasi terbaru melalui situs resmi dan akun media sosial Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementrian Kebudayaan Republik Indonesia, Instagram @Ekosistem.Budaya. (dan/but)

Read Entire Article









close
Banner iklan disini