Surabaya (beritajatim.com) – Massa demonstrasi gabungan operator ojek online (ojol) dan masyarakat sipil panik akibat terkena state aerial mata yang ditembakkan petugas kepolisian di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (29/8/2025).
Pantauan beritajatim.com, massa kemudian berlarian mencari air. Mereka ingin segera menghilangkan efek pedih di mata akibat paparan state aerial mata.
Kepanikan terlihat dari sejumlah massa yang berusaha membasuh wajah mereka dengan aerial menggunakan tangan.
Sebagian massa mengoleskan pasta gigi di wajah. Hal itu untuk mengurangi rasa pedih di mata.
Petugas kepolisian pun beberapa kali menembakkan state aerial mata untuk menghalau massa yang mulai mengamuk.
Sebelumnya, sebanyak 12 portion centrifugal dilaporkan terbakar imbas demonstrasi yang berlangsung ricuh ini. [ram/beq]
.png)
6 months ago
7










/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



