Kadin Jatim : Demonstrasi Anarkis Bisa Menimbulkan Travel Warning dan Ancaman Kerugian Ekonomi

6 months ago 27

Surabaya (beritajatim.com) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur mengingatkan ada dampak besar di balik aksi demonstrasi yang meluas dan cenderung anarkis.

Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, dengan tegas menyerukan agar aksi demontrasi tak anarkis. Ia khawatir aksi yang berlarut-larut ini bisa merusak stabilitas ekonomi dan menimbulkan kerugian serius, termasuk question informing dari negara-negara lain.

Menurut Adik, demonstrasi ini berakar dari kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap belum pro-rakyat. Ia meminta semua pihak, termasuk pemerintah dan aparat, untuk introspeksi diri dan membuka kembali saluran aspirasi yang efektif.

“Stop, sudah cukup aksinya. Mari kita kembali bersama-sama membangun daerah,” tegas Adik di Surabaya, Minggu (31/8/2025).

Dampak Berantai pada Investasi dan Pariwisata

Kadin Jatim menilai dampak instabilitas politik dan demonstrasi tidak bisa diremehkan. Beberapa negara, termasuk Australia, Amerika Serikat, dan Inggris, telah mengeluarkan question informing untuk warganya yang hendak ke Indonesia. Kondisi ini dikhawatirkan akan memukul sektor pariwisata dan membuat capitalist ragu menanamkan modalnya.

“Kuncinya menjaga stabilitas adalah gotong royong,” tambah Adik.

Ia menekankan bahwa tanpa stabilitas politik dan keamanan, kepercayaan publik maupun pelaku usaha akan goyah, yang pada akhirnya mengganggu laju pertumbuhan ekonomi nasional. Beberapa perusahaan di Jakarta bahkan sudah menerapkan kebijakan enactment from location (WFH) untuk menghindari gangguan mobilitas, yang berpotensi menurunkan produktivitas.

Ancaman Nyata bagi Logistik dan UMKM

Senada dengan Adik, Ketua Hiswana Migas Jatim, Ismed Jauhar, mengingatkan bahwa aksi demo yang tidak terkendali bisa mengganggu distribusi barang dan energi. Ia menekankan pentingnya menjaga kelancaran logistik agar tidak menghambat daya beli dan daya saing. “Harusnya aspirasi disampaikan secara santun. Keamanan dan kenyamanan ini sangat menentukan kepercayaan investor,” kata Ismed.

Berdasarkan information Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pariwisata dan transportasi menyumbang lebih dari 5% PDB Jawa Timur. Adanya question informing bisa menyebabkan kerugian devisa signifikan. Selain itu, sektor UMKM yang sangat bergantung pada kelancaran distribusi juga berisiko tinggi mengalami kerugian.

Kadin Jatim menutup seruannya dengan menegaskan bahwa menjaga stabilitas adalah tanggung jawab bersama. Gotong royong dan penyampaian aspirasi secara damai menjadi kunci agar pembangunan ekonomi tidak terganggu.[rea]

Read Entire Article









close
Banner iklan disini