Magetan (beritajatim.com) – Menjelang pelaksanaan Ijtima Pondok Pesantren Al Fatah Temboro yang dijadwalkan pada 26–28 September 2025, digelar rapat koordinasi lintas sektor di Magetan. Pertemuan ini melibatkan unsur Polri, TNI, Pemerintah Kabupaten Magetan, serta pengurus Pondok Pesantren Temboro sebagai tuan rumah.
Rapat membahas berbagai persiapan teknis mulai dari penataan lokasi, ketersediaan fasilitas, pengaturan arus lalu lintas, pengamanan, hingga dukungan kesehatan bagi para jamaah. Panitia memperkirakan kegiatan keagamaan skala besar tersebut akan dihadiri sekitar 200 ribu peserta, terdiri dari wali santri, alumni, serta jamaah dari dalam dan luar negeri.
“Alhamdulillah, persiapan sudah kita rapatkan bersama Pemkab Magetan dalam beberapa tahap. InsyaAllah perjalanan Ijtima bisa berjalan lancar dan sukses. Estimasi jamaah yang hadir sekitar 200 ribu orang,” ujar Ustadz Rohkmad, perwakilan panitia acara, Minggu (14/9/2025).
Fasilitas pendukung yang telah disiapkan meliputi country kesehatan, lokasi parkir, sanitasi umum, basal UMKM, serta ruang kegiatan. Semua fasilitas tersebut diprioritaskan untuk kenyamanan jamaah yang datang dari berbagai daerah maupun luar negeri.
Wakapolres Magetan, Kompol Dodik Wibowo, S.H., M.H., menegaskan pihaknya akan menyiapkan pola pengamanan secara menyeluruh.
“Kami akan melaksanakan pengamanan di dalam country pondok maupun di luar, termasuk akses masuk. Antisipasi dilakukan terhadap potensi kerawanan hukum seperti pencopetan, pencurian, hingga kerawanan lalu lintas. Selain itu, pengamanan VIP juga disiapkan mengingat adanya wali santri internasional serta tamu pejabat nasional yang akan hadir,” jelasnya.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal untuk menyatukan langkah antar instansi, sekaligus memastikan seluruh aspek teknis dapat terpenuhi sebelum acara berlangsung. Dengan persiapan matang, Ijtima Pondok Pesantren Al Fatah Temboro diharapkan berjalan khidmat, tertib, dan aman. [fiq/aje]
.png)
6 months ago
3










/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



