Jadi Rujukan Utama, RSUD Mardi Waluyo Blitar Kekurangan Dokter Spesialis Jantung

6 months ago 3

Blitar (beritajatim.com) – Sebagai rumah sakit Tipe B yang menjadi andalan dan pusat rujukan utama di wilayah Blitar Raya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo Kota Blitar menghadapi tantangan serius dalam pemenuhan tenaga medis. Ironisnya, di tengah statusnya sebagai rujukan, rumah sakit plat merah ini justru mengalami kekurangan dokter spesialis, terutama untuk penanganan penyakit jantung (kardiologi).

Kondisi ini tidak hanya menjadi pekerjaan rumah bagi manajemen, tetapi juga berdampak langsung pada pelayanan masyarakat yang membutuhkan penanganan medis spesialistik secara cepat dan komprehensif. Pasalnya jumlah pasien yang berkunjung ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar kini kian meningkat, bahkan tembus 300 orang per hari.

Plt Direktur RSUD Mardi Waluyo, dr. Bernard Theodore Ratulangi, secara terbuka mengakui adanya kekosongan krusial pada pos dokter spesialis jantung. Menurutnya, hal ini menjadi prioritas utama manajemen untuk segera dicarikan solusi.

“Kami membuka peluang seluas-luasnya bagi para dokter yang akan bekerja sama dengan RSUD Mardi Waluyo, khususnya dokter spesialis jantung,” ungkap dr. Bernard, Minggu (14/09/2025).

Dampak Langsung bagi Pasien

Saat ini RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar hanya memiliki 2 dokter spesialis jantung. Jumlah ini dirasa manajemen masih kurang untuk memberikan pelayanan prima bagi pasien jantung.

Tentu keterbatasan dokter spesialis jantung ini berdampak pada pelayanan medis pasien. Diharapkan dengan adanya penambahan dokter spesialis jantung, pelayanan medis bagi pasien bisa dilakukan setiap saat tanpa takut tak ada dokter.

“Semua pelayanan kita upayakan ada peningkatan termasuk melengkapi dokter yang diperlukan untuk pelayanan publik,” tegasnya.

Komitmen Peningkatan Mutu Layanan

Menyadari tantangan tersebut, dr. Bernard menegaskan bahwa manajemen rumah sakit tidak tinggal diam. Pihaknya akan terus melakukan evaluasi rutin secara menyeluruh untuk memastikan mutu layanan terus meningkat, sejalan dengan statusnya sebagai rumah sakit rujukan.

Evaluasi ini, lanjutnya, mencakup berbagai aspek vital, mulai dari kualitas pelayanan medis di setiap poli, efisiensi administrasi, hingga optimalisasi kerja sama dengan berbagai pihak eksternal.

“Kita upayakan ada peningkatan di RSUD Mardi Waluyo ini. Evaluasi akan terus kami lakukan demi pelayanan yang lebih baik untuk masyarakat,” tutupnya dengan penuh optimisme.

Manajemen berharap, dengan dibukanya kesempatan ini, akan ada dokter spesialis jantung yang tertarik untuk bergabung dan bersama-sama membangun pusat layanan kardiologi yang unggul di Blitar. [owi/aje]

Read Entire Article









close
Banner iklan disini