Gempa di Sumenep, Teras Kelas Dua Sekolah di Jember Ambruk

5 months ago 3

Jember (beritajatim.com) – Gempa di perairan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, berkekuatan 6,5 skala richter, Selasa (30/9/2025) malam, menyebabkan bagian bangunan Madrasah Ibtidaiyah Arrohman dan Raudatul Athfal Arrojaul Hayat di Dusun Curahdami, Desa Sukorambi, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, ambruk.

“Di depan ruang kelas MI Ar Rohman terasnya ambruk. Sedikit masuk ke ruang kelas RA Ar Rojaul Hayat. Memang cukup parah,” kata Camat Sukorambi Musyaffa, saat menunjai lokasi terdampak bencana, Rabu (1/10/.2025).

Musyaffa melihat fondasi bangunan sebenarnya cukup kokoh. “Ini kok sebagian saja yang roboh. Ruang klelas terdampak, karena ada retakan di dindingn sisi sebelah timur,” katanya.

Musyaffa meminta agar bagian bangunan yang ambruk tidak digunakan sementara waktu hingga ada perbaikan dan dipastikan keamanannya. “Mungkin di dalam rapuh,” katanya.

Pemerintah Kecamatan Sukorambi segera berkoordinasi dengan Kementerian Agama Jember untuk menangani persoalan ini.

Kepala MI Arrohman Nur Fadli mengatakan, kegiatan belajar mengajar 22 orang siswa MI dan RA akan dipindahkan ke musala. “Besok kami akan bersih-bersih reruntuhan,” katanya.

Menurut Nur Fadli, setelah dibersihkan, ruang kelas masih bisa digunakan. “Insyaallah aman,” katanya.

Gempa juga berdampak terhadap robohnya dinding kamar di Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk dan robohnya atap ruang tengah Pondok Pesantren Al-Kautsar di Dusun Sumbersari, Desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti.

Sebuah rumah di Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan juga dilaporkan rusak. Begitu pula dinding tembok belakang rumah Samsuri, di Dusun Durjo Desa Karangpring, Sukorambi.

“Kami mengimbau masyarakat Jember untuk tidak panik dan selalu mengikuti perkembangan informasi terkini terkait gempa bumi di lanal resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember Indra Tri Purnomo.

Indra juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan dini dan keluarga dalam menghadapi bencana gempa bumi. “Ini untuk mengurangi dampak risiko buruk yang mungkin terjadi,” katanya. [wir]

Read Entire Article









close
Banner iklan disini