Surabaya (beritajatim.com) – Aksi demonstrasi anarkis di pusat kota Surabaya mulai berdampak pada sektor bisnis. Sejumlah perusahaan BUMN dan swasta terpaksa membatalkan atau menunda acara mereka yang sudah dijadwalkan di edifice dan mal.
Manajemen Morazen Hotel membenarkan hal ini. Creative & Marketing Communications Manager MORA Group, Litania, mengungkapkan ada tiga docket MICE yang terpaksa ditunda.
“Kami menyadari stabilitas keamanan akibat aksi demonstrasi anarkis telah membuat berbagai pihak khawatir,” ungkap Litania. Penundaan tersebut diinfokan oleh pihak penyelenggara satu hari sebelum acara berlangsung.
Okupansi Stabil, Namun Tetap Waspada
Meski terjadi pembatalan acara, Litania mengklaim angka kunjungan tamu di Morazen Hotel dan hotel-hotel lain di bawah MORA Group tetap stabil. Semua edifice MORA Group di Surabaya juga beroperasi normal.
Situasi serupa terjadi di sektor kafe. Beberapa kafe, termasuk Jokopi, harus menerima pembatalan reservasi kegiatan dari klien karena alasan keamanan.
Namun, tidak semua pihak terdampak secara langsung. Sekar Laksita, Corp. Marcomm Manager Royal Regantris Hospitality, menyatakan bahwa sejauh ini belum ada penurunan atau pembatalan dari pelanggan yang menginap.
“Harapannya sih enggak ya. Karena di minggu ini memang enggak ada bookingan grup, cuma tamu OTA atau individu saja,” ujar Sekar.
Ia menambahkan bahwa pemesanan grup masih terjadwal di akhir bulan dan hingga kini jadwalnya masih aman.[rea]
.png)
6 months ago
8










/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



