Daftar Identitas Korban Kecelakaan Maut Bus Pariwisata di Jalan Raya Bromo

6 months ago 3

Probolinggo (beritajatim.com) – Kecelakaan tragis menimpa sebuah autobus pariwisata asal Jember di Jalan Raya Bromo, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Minggu (14/9/2025). Bus Hino bernopol P-7221-UG itu mengangkut 52 penumpang dan mengalami rem blong di jalan menurun.

Akibat kejadian tersebut, delapan orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi maupun rumah sakit. Sementara 44 penumpang lainnya mengalami luka ringan hingga luka berat.

Korban meninggal di antaranya adalah Bela Puteri Kayila Nurjati (10), seorang pelajar asal Patrang, Jember. Selain itu, perawat Hesti Purba Wredhamaya (39) dan Arti Wibowati (34) juga masuk dalam daftar korban jiwa.

Identitas lain yang turut menjadi korban adalah Hendra Pratama (37) beserta anggota keluarganya. Juga Wardatus Soleha (35), perawat asal Kecamatan Panti, serta dua anak-anak bernama Aiza Fahrani Agustin (7) dan Nasha Azkiya Naygara (14).

Untuk korban luka, Satlantas Polres Probolinggo mencatat nama-nama seperti Tri Tokoh Putra (34), Fransiska Retno Suryani (46), dan seorang pelajar Muh. Mandala Surya Fahrezzy (16). Beberapa di antaranya masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Saleh dan RSU Ar-Rozy.

Daftar penumpang lain yang selamat namun mengalami luka ringan meliputi Wiwin Yunitaningtiyas (41), Abdul Wafi (40), hingga Moch. Mahardika Zahir Qasthalaniy (12). Sopir autobus Al Bahri (60) dan kernetnya Mergi juga termasuk korban luka.

Total terdapat 44 penumpang yang mengalami luka dengan tingkat berbeda. Mereka tersebar dirawat di beberapa fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Sukapura dan Lumbang.

Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Safiq Jundhira, menegaskan kecelakaan diduga akibat rem blong pada bus. “Hasil pemeriksaan awal menunjukkan sistem pengereman tidak berfungsi normal, sehingga autobus tak mampu dikendalikan saat menurun,” ujarnya.

Selain mengidentifikasi korban, polisi juga sudah mengamankan bangkai autobus untuk pemeriksaan lebih lanjut. Proses penyidikan masih berlanjut guna memastikan faktor teknis penyebab kecelakaan.

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam, terutama bagi keluarga besar korban di Jember. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat dan pengelola transportasi wisata agar selalu memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan sebelum beroperasi. (ada/but)

Read Entire Article









close
Banner iklan disini