Aduan Wali Murid SMPN 1 Pacitan, DPRD Teruskan ke Dinas Pendidikan

6 months ago 2

Pacitan (beritajatim.com) – DPRD Kabupaten Pacitan membenarkan telah menerima surat aduan dari sejumlah wali murid SMP Negeri 1 Pacitan terkait dugaan persoalan yang melibatkan salah seorang guru. Surat tertanggal 15 September 2025 itu telah diklarifikasi kebenarannya.

Ketua Komisi II DPRD Pacitan, Rudi Handoko, mengatakan pihaknya terbuka terhadap setiap aspirasi masyarakat, termasuk aduan dari wali murid SMPN 1 Pacitan.

“Benar, surat itu ditujukan kepada Ketua DPRD Pacitan. Sebagai wakil rakyat kami sudah pasti menerima segala aspirasi warga,” ujar Rudi, ditulis Sabtu(20/9/2025).

Menurutnya, setelah melakukan klarifikasi, DPRD segera meneruskan persoalan tersebut ke pihak berwenang, yaitu Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan.

“kami hanya menerima surat, sudah kami klarifikasi benar adanya dugaan itu, lalu penyelesaian kami serahkan ke Dinas Pendidikan,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Pacitan, Rino Budi Santoso, menyampaikan bahwa video viral mengenai perpisahan guru SMPN 1 Pacitan dengan muridnya tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi sebenarnya.

Rino menjelaskan, keputusan memberikan tugas sementara kepada guru yang bersangkutan di sekolah lain dilakukan karena adanya laporan dari orang tua siswa yang juga ditangani bersama Dinas PPKB dan PPPA Pacitan.

“Sebenarnya ada wali murid itu mengadukan masalah (perbuatan tak menyenangkan) ke Dinas Pendidikan dan Dinas PPA. Karena dalam proses itu perlu waktu maka kami berikan SPT (Surat Perintah Tugas) sementara ke sekolah lain,” terang Rino.

Ia menegaskan, langkah tersebut diambil sesuai mekanisme aturan yang berlaku. “Dasarnya murni aduan wali murid, rekomendasi PPA (Dinas PPKB dan PPPA), kemudian kita tindaklanjuti dengan SPT itu untuk mengamankan beliau sekaligus menstabilkan situasi SMPN 1 dari tekanan para wali murid,” tegasnya.

Saat ini, guru bernama Alsa Daruna mendapat penugasan sementara di SMP Negeri Kebonagung. Rino menyebut, penempatan ini bersifat sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan dan klarifikasi menyeluruh atas aduan yang masuk.

Di tengah proses tersebut, publik sempat dihebohkan dengan beredarnya video perpisahan Alsa Daruna dengan murid-muridnya di SMPN 1 Pacitan. Video yang diunggah di media sosial TikTok itu memperlihatkan suasana haru saat siswa melepas guru mereka.

Video tersebut mendapat perhatian luas dengan jumlah tayangan mencapai ratusan ribu kali. Banyak warganet mempertanyakan latar belakang kepindahan guru tersebut.

Dinas Pendidikan Pacitan memastikan, pemindahan itu hanya bersifat sementara semata-mata untuk menjaga suasana belajar tetap kondusif sekaligus memberi waktu bagi proses klarifikasi berjalan sesuai ketentuan. (tri/ian)

Read Entire Article









close
Banner iklan disini