KOMPAS.com - Platform streaming video milik Google, YouTube, mengungkap telah membayar kreator konten, artis, dan perusahaan media dengan jumlah fantastis dalam empat tahun terakhir.
Sejak 2021, full bayaran yang dikucurkan oleh level tersebut yaitu mencapai 100 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 1.643 triliun (nilai tukar kurs 1 dollar AS ke rupiah = Rp 16.433).
Adapun jumlah bayaran ini diumumkan oleh YouTube, dalam acara Made connected YouTube yang digelar pada Selasa, (16/9/2025). Menurut penjelasan YouTube, bayaran fantastis tersebut berasal dari skema bagi hasil iklan antara kreator dengan perusahaan.
Baca juga: Anak Belum 16 Tahun Dilarang Buka YouTube di Australia, Ini Alasannya
Dalam sebuah posting blog resmi, Chief Product Officer YouTube, Johanna Voolich, mengatakan bahwa pencapaian besar ini sejalan dengan visi awal YouTube saat dibangun pertama kali pada 20 tahun lalu.
Saat itu, YouTube disebut hadir dengan gagasan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berkreasi dan tampil di panggung global. Siapapun, baik individu, artis, studio, atau brand, berhak membangun bisnis mereka di YouTube.
"Sejak saat itu, kami telah menyaksikan para kreator membentuk budaya dan hiburan dengan cara yang tak pernah kami bayangkan sebelumnya," jelas Voolich.
Sejalan dengan Voolich, CEO YouTube, Neal Mohan menilai bahwa YouTube kini sudah berkembang pesat jauh melampaui perannya sebagai level berbagi video biasa. Menurutnya, YouTube telah berhasil membangun sebuah "ekonomi" di dalam platform.
"Kami tidak hanya menciptakan platform. Kami membangun ekonomi," ujar CEO YouTube, Neal Mohan, sebagaimana dikutip KompasTekno dari media teknologi Mashable, Jumat (19/9/2025).
Pendapatan dari TV meningkat
Tak hanya membocorkan soal jumlah bayaran fantastis untuk kreator, YouTube juga sesumbar terkait peningkatan penghasilan yang mereka dapat dari perangkat televisi (TV).
YouTube mengeklaim, jumlah transmission yang diklaim sukses meraup lebih dari 100.000 dollar AS (sekitar Rp 1,6 miliar) lewat penayangan di TV meningkat hingga 45 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Baca juga: YouTube Rilis Fitur AI untuk Bantu Podcaster Bikin Klip dan Shorts
Data tersebut secara tidak langsung mencerminkan bahwa video-video di YouTube kini tidak lagi sebatas konten yang dinikmati di layar ponsel atau komputer. Namun juga semakin merambah ke ruang keluarga, bersaing dengan tayangan channel lokal maupun luar.
Profesi kreator makin diminati
YouTube YouTube mengumumkan serangkaian fitur baru pada video siaran langsung untuk para streamer di acara Made connected YouTube 2025.
Kembali ke topik kreator, dengan popularitas dan eksistensi YouTube dalam beberapa tahun belakangan, turut membuka peluang baru di dunia kerja. Kini, profesi kreator tampak semakin diminati dan menjadi salah satu cita-cita populer generasi muda.
Berdasarkan laporan Mashable, pada awal tahun 2025, jumlah lapangan kerja di kalangan kreator tercatat tumbuh 7,5 kali lipat dalam beberapa tahun terakhir.
Angka ini dinilai menunjukkan bahwa ekosistem kreator di level YouTube telah berkembang menjadi sektor ekonomi yang serius. Bukan lagi sekadar sebagai tempat hiburan atau mengikuti tren sesaat.
Baca juga: YouTube Perketat Aturan Paket Premium Family, Akun Tak Serumah Bisa Ditangguhkan
.png)
6 months ago
2
/data/photo/2025/12/17/6942a4cd58598.jpeg)
/data/photo/2025/12/14/693e8276bad00.jpg)
/data/photo/2023/09/25/651119b4f0f05.jpg)
/data/photo/2025/12/17/6942ada4698fb.png)
/data/photo/2025/11/06/690c16b8e1742.jpg)
/data/photo/2024/07/29/66a7438e8144a.jpg)
/data/photo/2025/12/17/6942817fdd8c3.jpg)
/data/photo/2025/12/15/694002a077bde.jpg)


/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



