Vonis Bebas Kontroversi Didesak Massa, Ketua PN Tuban Buka Audiensi dengan Ormas

6 months ago 2

TUBAN – Setelah didesak siang-malam dengan spanduk dan tenda protes, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Tuban, Irwansyah Putra Sitorus akhirnya tak bisa lagi bersembunyi. Ia dipaksa berhadapan dengan massa yang menuding vonis bebas Aris Roziqin sebagai bentuk ketidakadilan terhadap hukum.

Sebelumnya, para masyarakat yang tergabung dari tiga ormas yakni Generasi Masyarakat Adil dan Sejahtera (GMAS), Lembaga Investigasi Negara (LIN), dan Pemuda Pancasila ini menggeruduk kantor yang berada di Jalan Veteran itu. Mereka menuntut kejelasan kasus itu.

Karena saat aksi yang dilakukan pada Rabu (10/9/2025) kemarin tak kunjung ditemui, mereka akhirnya memutuskan untuk mendirikan tenda aduan pada Senin (15/9/2025) lalu. Namun tenda tersebut lenyap di esok harinya.

Tak habis dengan ide-ide untuk menyuarakan aspirasinya, di hari itu juga mereka langsung memasang spanduk-spanduk dengan nada protes kepada PN Tuban. Tetapi spanduk tersebut juga lenyap tak tahu siapa yang mengambilnya.

Meski begitu, mereka tetap mendesak kepada pengadilan untuk segera ditemui oleh Irwansyah Putra Sitorus. Koordinator Lapangan (Korlap) aksi tersebut, Jatmiko mengungkapkan pihaknya telah melayangkan surat somasi kepada Polres Tuban. Karena merekalah yang diduga mengambil spanduk dan juga tendanya.

“Saya pastikan akan ada tindak lanjut jika surat somasi kami diabaikan, bahkan mereka tak memberikan alasan pembongkaran tenda kami,” kata Jatmiko saat dikonfirmasi setelah audiensi dengan Ketua PN Tuban.

Setelah melakukan beberapa aksi protes secara masif, Ketua PN akhirnya menemui mereka di ruang sidang cakra pada Kamis (18/9/2025). Dalam audiensi itu, mereka menuntut seperti pada aksi demonstrasinya kemarin.

“Kami kasih waktu tiga hari dan pihak PN sendiri juga bersedia mengirimkan berkas untuk tindak lanjut atas tuntutannya,” tambahnya.

Ketua DPC GMAS Jawa Timur ini menganggap kasus tersebut sudah tuntas. Meskipun begitu, proses pengajuan berkas oleh PN Tuban akan terus dikawal hingga benar-benar mendapat tindak lanjut yang nyata.

Sementara itu, Juru Bicara PN Tuban, Rizky Yanuar mengapresiasi langkah gabungan ormas tersebut. Menurutnya hal itu merupakan bentuk kontrol sosial dari masyarakat terhadap kinerja para hakim yang ada disana.

“Kami siap melakukan evaluasi karena kita juga sadar masih banyak kekurangan tapi kami akan terus berbenah, sedangkan kalau evaluasi rutin sudah kita lakukan,” pungkasnya.

Audiensi dengan Ketua PN Tuban memang sudah terjadi, tapi massa tak mau lagi hanya diberi janji manis. Mereka menegaskan akan terus menekan hingga keadilan benar-benar ditegakkan. Jika tuntutan diabaikan, jangan salahkan bila gedung megah PN Tuban kembali jadi panggung perlawanan rakyat yang murka. (Hus/Tgb).

Read Entire Article









close
Banner iklan disini