Upaya Bersama Pulihkan Jakarta Usai Gejolak Akhir Agustus 2025

6 months ago 6

JAKARTA, KOMPAS.com – Jakarta kembali menata diri setelah gejolak kerusuhan yang terjadi pada Jumat (29/8/2025).

Kerusuhan itu menyisakan kerugian besar pada fasilitas publik, namun pemerintah daerah berkomitmen segera melakukan pemulihan.

Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebutkan, full kerugian akibat kerusuhan mencapai sekitar Rp55 miliar.

Baca juga: Jakarta Jadi Pusat Gelombang Aksi, Beragam Isu Disuarakan di Demo 1 September

Angka tersebut mencakup kerusakan halte Transjakarta, infrastruktur MRT, hingga kamera pengawas milik Pemprov Jakarta.

“Kerusakan infrastruktur MRT sebesar Rp3,3 miliar. Transjakarta kurang lebih Rp41,6 miliar. Kemudian kerusakan CCTV dan infrastruktur lainnya Rp5,5 miliar sehingga totalnya Rp55 miliar,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (1/9/2025).

Meski demikian, ia menargetkan halte-halte Transjakarta yang rusak, baik ringan maupun berat, dapat kembali beroperasi pada 8–9 September mendatang.

“Kami upayakan pemulihan berjalan cepat agar warga tidak terlalu lama terganggu dalam mobilitasnya,” kata dia.

Baca juga: Saling Jaga dan Gotong Royong Pulihkan Jakarta...

Menangkap 1.240 orang terkait kerusuhan

Di sisi lain, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengungkapkan, aparat telah menangkap 1.240 orang yang diduga terlibat dalam kerusuhan tersebut.

Mayoritas dari mereka bukan warga Jakarta, melainkan berasal dari Jawa Barat, Banten, hingga Jawa Tengah.

“Mulai awal kejadian sampai saat ini sudah menangkap sekitar 1.240 ya, yang mana mereka berasal dari wilayah luar Jakarta, ada yang dari Jawa Barat, ada yang dari Jawa, dari Banten,” tutur Asep.

Asep menegaskan polisi bersama TNI akan terus menjaga situasi agar pemulihan bisa berlangsung kondusif.

“Aksi perusakan atau penjarahan kami sudah mendeteksi, sudah tinggal tunggu saja kami akan melakukan upaya tindakan tegas, penangkapan, mohon doanya semuanya bisa berjalan baik,” ujarnya.

Baca juga: Demo 1 September, Kondisi Gerbang Pancasila Belakang DPR Lengang

Pangdam Jaya Mayjen Deddy Suryadi menambahkan, massa yang terlibat banyak berasal dari kalangan pelajar.

Ia mengimbau masyarakat agar turut menjaga keamanan demi kenyamanan bersama.

“Massa sekarang ini lebih ke banyak anak-anak SMA maupun STM dan ini juga bagian daripada yang harus saling jaga bersama warga,” ucapnya.

Di tengah kerusakan yang ditinggalkan, pemerintah menekankan bahwa Jakarta tidak boleh larut dalam luka.

Proses perbaikan fasilitas publik yang ditargetkan rampung dalam waktu dekat menjadi simbol harapan baru bagi warga ibu kota.

(Reporter: Ruby Rachmadina | Editor: Larissa Huda)

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com. Download di sini

Read Entire Article









close
Banner iklan disini