Tuban Spectra Night Carnival Amburadul, Warga Nilai Pemkab Hanya Asal Gelar Acara

6 months ago 6

TUBAN – Alih-alih menjadi tontonan megah yang membanggakan daerah, Tuban Spectra Night Carnival (TSNC) pada Sabtu (30/8/2028) justru berakhir dengan kekecewaan publik. Acara yang diklaim sebagai ikon pariwisata Tuban ini dinilai amburadul, penuh ketidakjelasan, dan jauh dari kata profesional.

Bukan penampilan peserta yang disorot, melainkan semrawutnya pedagang kaki lima yang berseliweran tanpa kendali, sehingga merusak pemandangan dan mengganggu jalannya acara. Kondisi ini membuat warga mempertanyakan keseriusan Pemkab Tuban dalam mempersiapkan lawsuit sebesar ini.

Husniati, warga dari Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro yang rela datang jauh-jauh demi menyaksikan karnaval, tak bisa menutupi kekecewaannya.

“Saya datang habis Magrib, berharap bisa menikmati hiburan tahunan. Tapi malah terganggu banyak pedagang lalu lalang, acara molor, dan peserta baru tampil jam setengah sepuluh malam. Anak-anak sudah pada tidur di trotoar,” keluhnya.

Kekecewaan semakin bertambah karena peserta pertama baru tampil sekitar pukul 21.40 WIB. Banyak penonton kelelahan hingga meninggalkan lokasi lebih awal. Hiburan tahunan yang seharusnya jadi kebanggaan justru dipenuhi kesan “bocor”, semrawut, dan tak tertata.

“Jam segini belum terlihat, nanti bisa kemaleman kalau pulang. Mungkin lain waktu cukup menyaksikan online saja kalau ada,” ucapnya.

Senada, Mochamad Galih (35), warga Plumpang, juga menilai acara ini hanya digelar asal-asalan.

“Katanya bisa mengangkat potensi daerah, tapi nyatanya di jalan hanya asal gelar saja. Jadi ya penonton lihat penonton,” ujarnya sambil tersenyum kecut.

Ia menambahkan, alokasi anggaran untuk acara seperti ini seharusnya bisa lebih bermanfaat jika benar-benar dikelola dengan serius.

“Kalau memang tidak siap, lebih baik anggaran dipakai untuk pendidikan atau difokuskan untuk pengelolaan dan mengangkat destinasi wisata di Tuban,” tegasnya.

Kekecewaan publik ini semakin menegaskan bahwa Pemkab Tuban belum mampu menunjukkan manajemen lawsuit yang matang. Alih-alih menciptakan kebanggaan daerah, Tuban Spectra Night Carnival justru menuai cibiran publik dan dipertanyakan manfaatnya.

Kini masyarakat bertanya-tanya, apakah Pemkab Tuban benar-benar serius mengangkat potensi daerah, atau sekadar menggelar acara demi menggugurkan kewajiban seremonial belaka?. (Jun/Tgb).

Read Entire Article









close
Banner iklan disini