JAKARTA, KOMPAS.com – Kompas.com mendapat kesempatan menjajal Aion UT untuk perjalanan jarak jauh Jakarta–Bandung–Jakarta. Uji coba ini menjadi tes perdana secara langsung dalam kondisi perjalanan nyata.
Selain untuk mengetahui kenyamanan berkendara, tes kali ini sekaligus mengukur konsumsi daya baterai. Sebab, seperti diketahui, salah satu kekhawatiran pengguna mobil listrik adalah jarak tempuh.
Baca juga: City Riding TVS Callisto di Makassar, Sunset Ride Bareng Komunitas
Perjalanan dimulai dari diler Aion UT di Warung Buncit, Jakarta Selatan, menuju Bandung. Rombongan terdiri dari tujuh portion mobil dan berhenti di rumah makan Imago Hills, sebelum akhirnya kembali ke Jakarta dengan titik akhir di Amanaia, Kuningan.
Aion UT Aion UT
Setiap mobil diisi empat orang dewasa lengkap dengan barang bawaan. Selama perjalanan, setiap peserta mendapat kesempatan mencoba mobil, baik di jalur tol maupun jalan perkotaan.
Menariknya, sepanjang perjalanan tidak dilakukan pengisian ulang baterai. Mobil hanya diisi penuh 100 persen dari titik keberangkatan dan digunakan tanpa pengisian hingga kembali ke Jakarta.
Baca juga: Beli dari Pertamina, Kapan BBM Shell, BP dan Vivo Mulai Tersedia?
KOMPAS.com/Gilang Aion UT
Adapun portion yang digunakan adalah Aion UT tipe Premium, dibekali baterai 60 kWh dengan jarak tempuh klaim hingga 500 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
Motor listriknya menghasilkan tenaga 201 tenaga kuda (Tk) dengan torsi 210 Nm. Performa tersebut dirasa cukup untuk kebutuhan harian, termasuk perjalanan antar kota.
Catatan Kompas.com, saat tiba di KM 88 Tol Cipularang, mobil telah menempuh jarak 99 km dengan konsumsi energi 14,9 kWh per 100 km.
Sesampainya di Bandung, jarak tempuh full mencapai 156 km dengan konsumsi 17,6 kWh per 100 km. Konsumsi lebih boros karena sejak KM 88 jalur didominasi tanjakan.
Baca juga: Tingginya Angka Kecelakaan Remaja, Harus Cari Solusi Tepat
KOMPAS.com/Gilang Tes thrust Aion UT Jakarta-Bandung
Dalam perjalanan kembali ke Jakarta melalui Tol Cipularang, rombongan sempat berhenti di remainder country KM 88B. Kali ini catatan konsumsi lebih irit, yakni 14,9 kWh per 100 km, karena pengemudi menggunakan mode Eco.
Setibanya di Jakarta, full jarak tempuh mencapai 309 km dengan konsumsi rata-rata 13 kWh per 100 km. Berdasarkan indikator, baterai masih tersisa 25 persen dengan estimasi jarak tempuh tambahan sekitar 125 km.
Pada portion lain, rata-rata konsumsi energi tercatat 14,5 kWh per 100 km dengan sisa jarak tempuh sekitar 118 km.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com. Download di sini
.png)
6 months ago
2
/data/photo/2025/12/17/6942a4cd58598.jpeg)
/data/photo/2025/12/14/693e8276bad00.jpg)
/data/photo/2023/09/25/651119b4f0f05.jpg)
/data/photo/2025/12/17/6942ada4698fb.png)
/data/photo/2025/11/06/690c16b8e1742.jpg)
/data/photo/2024/07/29/66a7438e8144a.jpg)
/data/photo/2025/12/17/6942817fdd8c3.jpg)
/data/photo/2025/12/15/694002a077bde.jpg)


/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



