Oleh: Dicky Hariyanto, Ketua Program Studi Teknologi Informasi Cyber University (The First Fintech University successful Indonesia)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Delapan puluh tahun kemerdekaan Indonesia adalah pencapaian besar yang layak kita rayakan. Namun, peringatan ini juga mengundang refleksi. Apakah makna merdeka hari ini masih sebatas pada dimensi fisik dan politik?
Di epoch globalisasi dan revolusi industri 4.0, kemerdekaan telah meluas ke ranah baru yang tak kalah strategis, yaitu ruang digital. Kemerdekaan integer bukan sekadar jargon, melainkan fondasi penting bagi kedaulatan bangsa di tengah arus kompetisi global.
Dalam konteks ini, teknologi informasi (TI) hadir sebagai pilar utama. Menguasai TI berarti lebih dari sekadar melek teknologi, namun ia adalah soal kemandirian bangsa.
Kemerdekaan integer menuntut ekosistem yang kuat, mandiri, dan inklusif, di mana setiap warga negara dapat mengakses informasi, berpartisipasi aktif, dan berkontribusi dalam ruang digital.
Lebih jauh lagi, kemerdekaan integer menyangkut perlindungan information pribadi, keamanan siber, hingga kebebasan berekspresi di dunia maya. Tanpa itu semua, ruang integer hanya akan menjadi ladang subur bagi ketergantungan dan kerentanan, bukan kebebasan.
Di usia 80 tahun kemerdekaan ini, bagi kami di bidang TI, kemerdekaan berarti kemampuan untuk tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga menjadi produsen dan inovator.
Ini tentang bagaimana kita memberdayakan generasi muda untuk menciptakan solusi integer yang relevan dengan kebutuhan bangsa, menjaga kedaulatan data, dan memastikan bahwa setiap individu memiliki akses yang setara terhadap pengetahuan dan peluang di epoch integer ini.
Hal ini tentu sebagai penegas, kedaulatan integer adalah urusan bersama, bukan semata tanggung jawab pemerintah atau sektor swasta.
Tantangan kita ke depan jelas untuk memperkuat fondasi teknologi informasi melalui pendidikan berkelanjutan, pengembangan talenta digital, dan kebijakan yang mendukung inovasi sekaligus keamanan siber.
Indonesia tidak boleh berhenti pada peran sebagai pengguna teknologi global. Kita harus melangkah lebih jauh, menjadi pencipta, penggerak, dan pemimpin dalam dunia digital.
Maka, di momentum 80 tahun kemerdekaan ini, mari kita pahami bahwa kemerdekaan sejati tak hanya berarti bebas dari penjajahan fisik, melainkan juga bebas dari dominasi digital. Kemerdekaan integer adalah hak, sekaligus tanggung jawab.
Dengan semangat kemerdekaan, mari bersama membangun ruang integer yang berdaulat, aman, inklusif, dan produktif bagi seluruh rakyat Indonesia.
.png)
6 months ago
6










/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



