Tekan Stunting, Polindes Jadi Garda Terdepan Kemandirian Pangan Lewat Akuaponik

6 months ago 4

TUBAN – Upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan pangan bergizi. Poliklinik Desa (Polindes), yang selama ini menjadi ujung tombak layanan kesehatan dasar di desa, kini diperluas perannya menjadi pusat edukasi kemandirian pangan melalui pengembangan sistem akuaponik.

Program ini diinisiasi oleh Proyek GRR Tuban bersama PT Kilang Pertamina Internasional melalui Polindes Kartika Desa Wadung, Kecamatan Jenu. Perangkat akuaponik secara resmi diserahkan pada Kamis (28/08/2025) bersamaan dengan kegiatan edukasi kesehatan masyarakat bertajuk Cantik Di Hati (Cara PRPP Ikut Mengembangkan Masyarakat Sehat Sejati) di Balai Desa Wadung.

Sr. Officer CSR PRPP, Yuli Witantra mengatakan, Polindes memiliki posisi strategis dalam mengubah cara pandang masyarakat terhadap pola hidup sehat. Tidak hanya lewat layanan medis, tetapi juga dengan memberi akses pangan sehat hasil produksi sendiri. Inilah yang menjadi fokus utama programme berkelanjutan Proyek GRR Tuban.

“Prevalensi stunting di Tuban memang sudah menurun, tapi upaya pencegahan tidak boleh berhenti. Melalui programme ini kami ingin mendukung masyarakat tidak hanya sehat, tapi juga mandiri dalam penyediaan pangan bergizi,” jelas Yuli dalam keterangan tertulis yang diterima Ronggo.id, Sabtu (30/8/2025).

Akuaponik sendiri menggabungkan perikanan dan perkebunan dalam satu ekosistem berkelanjutan. Ikan dan sayuran saling mendukung dalam siklus alami, sehingga menghasilkan pangan yang sehat, hemat lahan, dan ramah lingkungan.

“Polindes memiliki peran strategis, bukan hanya memberi layanan kesehatan, tetapi juga mengedukasi masyarakat soal pola hidup sehat dan penyediaan makanan bergizi secara mandiri,” terangnya.

Sementara itu, Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kecamatan Jenu, Muhammad Syaifudin Zuhri, menilai programme ini sejalan dengan docket nasional penanggulangan stunting.

“Stunting adalah pekerjaan rumah bersama. Upaya edukasi dan dukungan perusahaan seperti ini sangat penting agar masyarakat bisa ikut terlibat aktif,” ujar Syaifudin.

Selain menyerahkan perangkat akuaponik, kegiatan ini juga menghadirkan sosialisasi higienitas makanan oleh Puskesmas Jenu serta pelatihan perkebunan dan perikanan akuaponik oleh Kampoeng Tani Tuban. Lebih dari 70 kader Posyandu dan TP PKK dari Desa Wadung dan Sumurgeneng turut berpartisipasi.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Sumurgeneng, Gihanto menyambut baik konsistensi yang dilakukan oleh PRPP.

“Program seperti ini bukan hanya bermanfaat untuk kesehatan, tapi juga membantu desa lebih mandiri. Kami berharap kegiatan ini berkelanjutan,” katanya.

Program Cantik Di Hati sendiri merupakan lanjutan dari kegiatan serupa pada 2024, sekaligus bentuk dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin Tanpa Kelaparan dan Kehidupan Sehat dan Sejahtera. (Jun/Tgb).

Read Entire Article









close
Banner iklan disini