Siswa SDIT Al Hikmah Kerek Tuban Belajar Budidaya Jeruk Lewat Outing Class

6 months ago 2

TUBAN – Bukan suara kapur di papan tulis yang mereka dengar, melainkan kicau burung dan desir angin di sela pepohonan jeruk. Begitulah cara puluhan siswa SDIT Al Hikmah Kerek menikmati pelajaran sains mereka, langsung dari alam di kebun jeruk Kecamatan Jenu.

Suasana belajar hari itu seolah berubah menjadi sebuah petualangan kecil di alam terbuka. Anak-anak berjalan di antara pepohonan jeruk, sembari menyimak penjelasan tentang bagaimana buah yang manis itu bisa tumbuh dari sebuah bibit mungil.

Mereka belajar sejak tahap paling awal, mulai dari pemilihan benih unggul hingga cara menanam yang tepat agar pohon dapat tumbuh subur.

Tak berhenti di situ, para siswa juga dikenalkan pada teknik perawatan tanaman hingga proses panen yang benar, supaya jeruk yang dihasilkan memiliki kualitas terbaik. Menariknya, materi ekosistem pun disisipkan, dengan contoh nyata berupa teknik okulasi pada pohon jeruk.

Setelahnya, siswa berkeliling kebun. Mereka menyentuh daun, batang, hingga memetik buah jeruk langsung dari pohonnya. Tawa riang terdengar, belajar pun terasa seperti rekreasi.

Gumilang, salah satu siswa, mengaku pengalaman itu sangat berkesan. “Senang sekali bisa belajar sambil rekreasi di sini. Banyak ilmu dan pengalaman baru yang kami dapat,” ucapnya dengan mata berbinar.

Adaun puluhan siswa-siswi itu tergabung dalam anggota ekstrakurikuler Al Hikmah Sains Club itu datang kesana karena diajak guru pembinanya, Dimyani, untuk belajar langsung soal budidaya jeruk. Menurutnya dengan terjun di lapangan dapat belajar dengan lebih efektif.

“Metode outing people ini memberi pengalaman nyata, jadi bukan hanya teori di kelas. Anak-anak bisa melihat dan membuktikan sendiri di lapangan,” jelas Dimyani.

Kebun jeruk tempat mereka belajar dikelola oleh Ma’arif Qosim. Di lahan seluas 1,3 hektare itu tumbuh sekitar 1.600 pohon jeruk madu. Menurutnya, kebun tersebut memang sering dipakai untuk kegiatan sekolah.

“Saya terinspirasi dari wisata petik buah di Malang dan setelah studi banding, saya coba terapkan di sini,” ungkap Ma’arif.

Selain menambah wawasan, outing people ini diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran pada anak-anak tentang potensi agrowisata sekaligus peluang usaha di bidang pertanian. Belajar sains jadi lebih hidup, apalagi dengan buah jeruk manis yang bisa langsung disantap. (Hus/Tgb).

Read Entire Article









close
Banner iklan disini