TUBAN – Enam siswa SMKN Palang mendadak tumbang usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Penyebabnya sendiri hingga kini masih menjadi misteri, karena Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) dan RSUD Dr Koesma Tuban serentak menunggu hasil laboratorium.
Sebelumnya, siswa-siswi kelas X itu dilarikan menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD setempat. Mereka diduga keracunan setelah menyantap paper pada Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi programme prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Dari informasi yang dihimpun, saat itu setidaknya full ada 203 porsi yang dibagikan kepada siswa-siswi disana. Namun dari ratusan porsi itu, beberapa diantaranya diduga menyebabkan sakit perut hingga rasa mual siswa.
Pelaksana Teknis Dinkes P2KB Tuban, Roikan mengungkapkan saat ini pihaknya masih menunggu hasil uji laboratory dari makanannya. Hasil uji laboratory tersebut diperkirakan akan memakan waktu hingga setidaknya tiga hari kedepan.
“Kalau untuk penyebabnya kami masih belum bisa ngomong ya masih menunggu hasil uji lab, Mas,” ungkap Roikan saat ditemui dikantornya pada Kamis (25/9/2025) siang.
Ia menambahkan Dinkes sendiri saat ini posisinya hanya sebagai pengawas programme saja. Pihaknya tak bisa mengintervensi lebih jauh terkait dengan kinerja para Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerahnya.
“Yang berhak memberikan sanksi ya hanya Badan Gizi Nasional (BGN), kalau dari kami hanya melakukan pengawasan,” tambahnya.
Saat ini, pihaknya sendiri mengaku telah melakukan pendampingan serta pelatihan terhadap para pekerja yang ada di setiap SPPG di Bumi Ranggalawe. Tak hanya itu saja, pihak Dinkes sendiri juga rutin melakukan pengawasan setiap dua hingga tiga bulan sekali.
Sementara itu, Pelaksana Teknis Direktur RSUD Dr R Koesma Tuban, Heni Purnomo Wati juga belum mengetahui penyebab pasti siswa-siswi tersebut harus dilarikan ke rumah sakit. Menurutnya penyebab keracunan sendiri bisa bermacam-macam, bukan hanya dari cara masak saja tetapi juga kandungan di makanannya.
“Kandungan makanannya itu ya mungkin ada pewarnanya atau ada apanya, kan saya tidak tau. Di rumah sakit ini intinya kan menerima rujukan dari Puskesmas,” ujarnya.
Menurutnya, siswa-siswi yang diduga mengalami keracunan itu tak sampai muntah darah, hanya muntah biasa. Setelah diobservasi oleh para dokter hingga pukul 21.00 wib, mereka akhirnya dapat dipulangkan dimalam itu juga.
“Pasien sudah gak sampai rawat inap dan kondisinya bagus semua sehingga dapat dipulangkan dihari itu juga,” tandasnya.
Dengan belum adanya jawaban pasti dari Dinkes maupun RSUD, misteri penyebab keracunan ini masih menggantung. Publik pun dibuat menunggu, apakah benar sumber masalahnya dari dapur MBG atau ada faktor lain yang masih menjadi teka-teki.
Hingga kini, pihak SPPG yang terletak di Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang ini masih belum memberikan tanggapan resminya. Saat dicoba untuk dikonfirmasi kembali pada Kamis (25/9/2025) siang, mereka juga tak kunjung bersuara akan adanya polemik itu. (Hus/Tgb).
.png)
5 months ago
2










/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



