JAKARTA, KOMPAS.com – Dugaan kontaminasi Cesium-137 (Cs-137) pada udang produksi PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods) ditelusuri pemerintah hingga ke lokasi peleburan besi di sekitar pabrik. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyebut, indikasi cemaran radioaktif berasal dari peleburan besi dan baja.
"Indikasinya ada peleburan besi dan baja yang mengandung radioaktif. Kemudian sedang ditangani," ujar Hanif di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (1/9/2025).
Kasus ini menjadi sorotan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menarik produk udang beku merek Great Value yang dijual di Walmart karena mengandung isotop radioaktif.
Produk yang terkontaminasi dikirim ke beberapa negara bagian AS, termasuk Alabama, Florida, dan Texas. FDA menegaskan hanya satu pengiriman yang terkontaminasi, dan tidak ada kantong udang masuk ke pasar AS.
Baca juga: Tercemar Cesium, Sebagian Udang yang Diekspor ke AS Dikembalikan ke Indonesia
Menurut Hanif, pemerintah melakukan investigasi serius, termasuk pelokalan country peleburan besi yang diduga sumber kontaminasi. Beberapa produk udang ekspor juga dikembalikan ke Indonesia.
"Ada re-impor, ada beberapa dikembalikan. Tapi nanti kami sampaikan lagi penjelasannya," kata Hanif.
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) mencatat lima temuan penting terkait kontaminasi Cs-137. Hasil pemantauan menunjukkan adanya paparan radiasi di pabrik dan lokasi pengumpulan besi bekas.
Baca juga: Tercemar Cesium, Sebagian Udang yang Diekspor ke AS Dikembalikan ke Indonesia
Bapeten memperluas monitoring radiasi hingga radius 2 kilometer dan menemukan dua lokasi dengan laju dosis tinggi. Polisi memasang garis pengaman sementara untuk penyelidikan lebih lanjut.
Bapeten bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terus memantau situasi.
Hasil investigasi lengkap akan diumumkan pemerintah pada waktunya, mengingat isu ini bersifat sensitif.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com. Download di sini
.png)
6 months ago
4
/data/photo/2025/12/17/6942a4cd58598.jpeg)
/data/photo/2025/12/14/693e8276bad00.jpg)
/data/photo/2023/09/25/651119b4f0f05.jpg)
/data/photo/2025/12/17/6942ada4698fb.png)
/data/photo/2025/11/06/690c16b8e1742.jpg)
/data/photo/2024/07/29/66a7438e8144a.jpg)
/data/photo/2025/12/17/6942817fdd8c3.jpg)
/data/photo/2025/12/15/694002a077bde.jpg)


/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



