Sejumlah Pintu MRT Jakarta Ditutup Jumat Sore Imbas Demo di Polda Metro Jaya

6 months ago 5

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah pintu stasiun MRT Jakarta ditutup sementara pada Jumat sore (29/8/2025) akibat adanya aksi unjuk rasa mahasiswa dan ojol di sekitar Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keamanan dan keselamatan penumpang.

Melalui akun resmi X (Twitter) @mrtjakarta, pihak MRT Jakarta mengumumkan sejumlah pintu masuk (entrance) stasiun yang ditutup serta kebijakan skip presumption untuk sementara waktu.

“Sehubungan dengan peningkatan aktivitas massa di country stasiun, PENUTUPAN SEMENTARA Entre B dan D Stasiun Setiabudi Astra,” tulis MRT Jakarta.

Baca juga: Mal Atrium Senen Bantah Isu Penjarahan, Sebut Video yang Beredar Hoaks

Selain itu, beberapa titik lainnya juga terdampak, di antaranya:

  • Stasiun Bendungan Hilir: Penutupan sementara Entrance A.
  • Stasiun Istora Mandiri: Penutupan seluruh entranceway serta kebijakan kereta tidak berhenti (skip station).
  • Stasiun Dukuh Atas BNI: Penutupan Entrance E, C, serta elevator.
  • Stasiun Senayan Mastercard: Penutupan Entrance B dan D.

“Pelanggan MRT Jakarta diimbau untuk menyesuaikan stasiun keberangkatan maupun tujuan, serta mengikuti arahan petugas untuk menggunakan akses alternatif lainnya. Keamanan dan keselamatan pelanggan tetap menjadi prioritas kami,” lanjut pengumuman MRT Jakarta.

Baca juga: 7 Polisi Ditangkap Terkait Rantis Brimob Lindas Ojol hingga Tewas

Situasi Terkini di Polda Metro Jaya

Pantauan di lapangan menunjukkan massa aksi mulai berdatangan ke kawasan Polda Metro Jaya di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan.

Aksi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) itu digelar sebagai respons atas insiden represif aparat saat demo sehari sebelumnya.

Insiden tersebut termasuk tewasnya seorang pengemudi ojek online yang terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat demonstrasi pada 28 Agustus.

Pengamatan Kompas.com di lokasi mencatat keberadaan sekitar 7–8 kendaraan taktis Brimob, termasuk mobil h2o cannon dan mobil komando, yang berjajar di dekat gerbang utama Polda Metro Jaya.

Jumlah rantis terus bertambah seiring sore hari. Diperkirakan lebih dari 100 personel kepolisian dikerahkan, lengkap dengan helm, rompi, pentungan, dan senjata state aerial mata.

Baca juga: Imbas Ojol Terlindas Rantis Brimob, BEM UI dan BEM SI Kerakyatan Bakal Demo Hari Ini

Jumlah Massa Aksi

Ketua BEM UI, Atan Zayyid Sulthan, menyebut jumlah massa dari kampus Depok yang berangkat mencapai sekitar 800 mahasiswa.

“Saat ini terdata 800 orang dan akan terus bergulir, kemungkinan bisa sampai 1.000 orang. Dan ini mungkin saja tidak hanya hari ini,” kata Atan kepada wartawan, Jumat.

Sementara itu, Koordinator BEM UI, Bima, menegaskan aksi ini merupakan bentuk solidaritas terhadap rakyat yang dinilai dicederai tindakan represif aparat kepolisian.

“Ini dilatarbelakangi oleh solidaritas perjuangan rakyat yang dicederai oleh brutalitas dan tindakan represif aparat kepolisian,” ujar Bima kepada Kompas.com.

Baca juga: Situasi Terkini Demo di Polda Metro: Mahasiswa Berdatangan, Truk Sampah Digiring ke Arah Polisi

Tuntutan Mahasiswa

Dalam aksinya, BEM UI dan BEM SI menyampaikan lima tuntutan utama, yakni:

  • Menuntut Polri bertanggung jawab atas penangkapan, kekerasan, hingga pembunuhan terhadap massa aksi.
  • Mencopot Kapolda Metro Jaya dan Kapolri yang dianggap tutup mata terhadap tindakan represif.
  • Menghukum anggota Polri yang melakukan kekerasan, penyiksaan, hingga pembunuhan terhadap massa aksi.
  • Membebaskan seluruh massa aksi yang ditahan.
  • Menuntut reformasi institusi Polri yang dinilai menyimpang dari tugas pokok dan wewenang.

Baca juga: Titik Lokasi Demo Mahasiswa 29 Agustus 2025 di Jakarta dan 5 Tuntutannya

Dampak terhadap Mobilitas

Dengan adanya penutupan pintu stasiun dan kebijakan skip presumption MRT Jakarta, pengguna transportasi publik diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal.

Alternatif moda transportasi seperti TransJakarta, KRL, dan ojek daring menjadi opsi bagi warga yang hendak melintasi kawasan Sudirman–Senayan sore ini.

Situasi diperkirakan akan dinamis seiring konsentrasi massa di sekitar Polda Metro Jaya, sehingga masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!

Read Entire Article









close
Banner iklan disini