JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia dan pemerintah Kanada akan menandatangani perjanjian Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement atau ICA-CEPA pada 24 September 2025.
Menurut Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, penandatanganan kerja sama ekonomi komprehensif itu akan dilakukan di Ottawa, Kanada, dan bakal disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Kehadiran Presiden di Ottawa sendiri dalam rangka rangkaian kunjungan kenegaraan setelah merampungkan docket sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS).
"Beliau akan berangkat dalam perjalanan kembali ke Jakarta (dari New York) dan singgah di Ottawa, Kanada, untuk melakukan kunjungan resmi dan menyaksikan penandatanganan Indonesia-Kanada-CEPA itu pada tanggal 24 (September) rencananya," ujar Sugiono dilansir tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (20/9/2025).
Baca juga: Menko Airlangga: RI-Uni Eropa Teken IEU-CEPA 23 September, 80 Persen Barang Bakal Bebas Tarif
Sebagai informasi, pada Jumat (19/9/2025) malam, Presiden Prabowo Subianto berangkat memulai kunjungan resmi ke sejumlah negara dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Lawatan resmi ini dalam rangka menghadiri sidang tahunan PBB di New York.
Namun, sebelum bertolak ke New York, Kepala Negara singgah terlebih dahulu ke Osaka, Jepang, untuk menghadiri Osaka Expo.
Sesampainya di New York, Presiden Prabowo akan mengikuti sidang PBB dan memberikan pidato dalam docket tersebut.
Menurut Menlu Sugiono, Presiden akan berada di New York hingga 23 September 2025 sebelum melanjutkan perjalanan ke Kanada.
Usai dari Kanada, Prabowo akan melanjutkan kunjungan ke Belanda dan setelahnya baru kembali ke Tanah Air.
RI-Kanada sudah berunding 2,5 tahun
Diberitakan sebelumnya, Indonesia dan Kanada telah merampungkan secara substansi perjanjian ICA-CEPA setelah kedua negara berunding selama 2,5 tahun.
Penandatanganan kerja sama itu dilakukan oleh Menteri Perdagangan RI Budi Santoso dan Menteri Promosi Ekspor, Perdagangan Internasional, dan Pembangunan Ekonomi Kanada Mary Ng di sela acara di Hotel Mulia, Jakarta Pusat, pada 2 Desember 2024.
Budi mengatakan, perjanjian itu telah rampung secara substantif saat gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2024 di Lima, Peru, pada pertengahan November silam. “Kedua negara sepakat, perjanjian dapat ditandatangani pada 2025 dengan perkiraan waktu implementasi pada tahun 2026,” kata Budi dalam konferensi pers usai penandatanganan.
Bagi Indonesia, kerja sama perjanjian ini akan semakin membuka akses pasar produk-produk Indonesia ke wilayah Amerika Utara, khususnya Kanada.
SHUTTERSTOCK/KYTan Ilustrasi sawit.
Mendag Budi mengatakan, melalui perjanjian Indonesia-Canada CEPA, RI mendapatkan liberalisasi akses pasar Kanada sebesar 90,5 persen pos tarif dengan nilai perdagangan sebesar 1,4 miliar dollar AS. “Beberapa produk prioritas Indonesia yang mendapat akses pasar dari Kanada adalah tekstil, kertas dan turunannya, kayu dan turunannya, makanan olahan, sarang burung palet, dan kelapa sawit,” kata Budi.
.png)
6 months ago
3
/data/photo/2025/12/17/6942a4cd58598.jpeg)
/data/photo/2025/12/14/693e8276bad00.jpg)
/data/photo/2023/09/25/651119b4f0f05.jpg)
/data/photo/2025/12/17/6942ada4698fb.png)
/data/photo/2025/11/06/690c16b8e1742.jpg)
/data/photo/2024/07/29/66a7438e8144a.jpg)
/data/photo/2025/12/17/6942817fdd8c3.jpg)
/data/photo/2025/12/15/694002a077bde.jpg)


/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



