Ratusan Driver Ojol Demo Polres Tuban, Desak Polri Usut Penabrak Affan Kurniawan

6 months ago 5

TUBAN – Ratusan operator ojek online (ojol) di Tuban menggelar aksi solidaritas dengan membawa lilin di halaman Mapolres Tuban, Jumat malam (29/8/2025). Aksi ini digelar untuk mengenang Affan Kurniawan (28), seorang operator ojol yang tewas tragis setelah ditabrak mobil taktis baracuda milik polisi dan terlindas hingga meninggal dunia saat sedang bekerja.

Tragedi yang menimpa Affan telah menyulut kemarahan dan duka mendalam di kalangan komunitas ojol. Mereka menilai insiden ini adalah bentuk nyata dari arogansi aparat, yang seharusnya melindungi rakyat tetapi justru merenggut nyawa warga sipil yang tengah mencari nafkah.

Kapolres Tuban, AKBP William Cornelis Tanasale, sempat menemui massa aksi. Ia menyampaikan bahwa Polres terbuka menerima aspirasi masyarakat, selama dilakukan dengan tertib. Kapolres juga menyebut pihaknya telah mengundang pengemudi ojol untuk doa bersama dan sholat ghaib di Masjid Polres Tuban.

Namun, pernyataan itu dibantah langsung oleh Koordinator Koalisi Komunitas Ojol Tuban (KKOT), Yuri Novianto. Menurutnya, aksi ini murni inisiatif dari komunitas ojol, bukan undangan dari Polres.

“Kalau ada yang diundang mungkin acara lain sebelum kami. Kami datang spontan, sebagai bentuk solidaritas untuk almarhum Affan. Jangan diplintir,” tegas Yuri.

Dalam aksinya, para ojol menyalakan lilin sebagai simbol duka dan perlawanan terhadap kesewenang-wenangan aparat. Mereka menuntut Kapolres Tuban agar menyampaikan aspirasi ini langsung kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, agar kasus tewasnya Affan diusut tuntas dan pelaku bertanggung jawab di depan hukum.

“Kami tidak akan tinggal diam. Jika kasus ini mandek, kami siap melakukan konsolidasi nasional untuk aksi besar-besaran di berbagai daerah,” ancam Yuri.

Aksi solidaritas ini tidak hanya datang dari pengemudi ojol, melainkan juga mendapat simpati masyarakat Tuban. Banyak warga menilai tindakan ugal-ugalan aparat hingga menewaskan rakyat kecil adalah aksi gila yang tidak bisa ditoleransi.

Sejumlah komentar warganet di media sosial juga menuntut transparansi dan akuntabilitas Polri, seraya mengingatkan bahwa peristiwa seperti ini berpotensi meruntuhkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Polisi seharusnya melindungi, bukan malah jadi ancaman. Kalau rakyat mencari makan saja bisa dibunuh di jalan, lalu siapa yang bisa menjamin keselamatan kita?” tulis salah satu pengguna media sosial di Tuban.

Komunitas ojol menegaskan, mereka tidak akan berhenti menuntut keadilan hingga ada kepastian hukum. Jika tidak ada perkembangan kasus, solidaritas akan meluas ke kota-kota lain dengan potensi aksi nasional serentak.

Tragedi Affan Kurniawan kini menjadi simbol perlawanan terhadap praktik arogansi aparat, sekaligus ujian besar bagi Polri untuk membuktikan komitmen penegakan hukum yang adil. (Hus/Tgb).

Read Entire Article









close
Banner iklan disini