Polisi: Yang di Bawah 18 Tahun Tinggalkan DPR, Ini Bukan Tempat untuk Anak-anak

6 months ago 3

JAKARTA, KOMPAS.com - Aparat kepolisian mengimbau massa aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI yang berusia di bawah 18 tahun untuk segera meninggalkan lokasi, Jumat (29/8/2025).

Imbauan itu disampaikan kepolisian menyusul aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, tepatnya di Jalan Gatot Subroto mengarah Slipi, yang masih berlangsung panas hingga pukul 21.00 WIB.

“Kami imbau ya, usia di bawah 18 tahun, silakan tinggalkan country ini. Area ini bukan tempat yang terbaik untuk anak-anak,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo, melalui pengeras suara, Jumat malam.

Pengamatan Kompas.com di lokasi menunjukkan bahwa tembakan kembang api hingga lemparan bom molotov tampak berkali-kali terjadi.

Baca juga: Kapolres ke Massa Demo DPR: Silakan Ngomong Apa Saja, tapi Jangan Lempar-lempar

Mobil h2o canon pun diminta untuk menyemprotkan aerial guna memadamkan api akibat bom molotov.

Bersamaan dengan itu, massa aksi yang sudah berhasil merobohkan pagar pun mencoba memasuki country Kompleks Parlemen.

Aparat kepolisian yang berjaga meminta massa untuk tidak memaksa masuk dan kembali ke country Jalan Gatot Subroto.

“Tolong saling jaga, di depan Anda ada abang-abang TNI. Tolong saling jaga, kita tidak ingin bentrok. Kita sudah memberikan toleransi, toleransi waktu yang panjang,” ucap Susatyo.

Baca juga: Ketika Puan Minta Maaf, Janji DPR Bakal Berbenah dan Dengarkan Aspirasi Rakyat...

Melihat massa aksi yang bertahan dan terus menerobos masuk, aparat pun beberapa kali menembakkan state aerial mata.

“Sampaikan aspirasi dari luar pagar. Tembak, persiapan. Arah ke pintu dan keluar. Sudah cukup, tidak usah masuk lagi,” ucap Susatyo.

Hingga kini, aparat kepolisian masih berjaga di lokasi.

Mereka membentuk barikade dengan perisai hitam.

Kendaraan-kendaraan taktis juga disiagakan.

Di country Jalan Gatot Subroto, terlihat sejumlah barang hingga pohon dikumpulkan dan dibakar.

Asap hitam pun mengumpul dan membubung tinggi ke udara.

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!

Read Entire Article









close
Banner iklan disini