Polisi Pastikan Kasus Dugaan Pengantar Jenazah Rusak Mobil di Jaksel Naik Penyidikan

6 months ago 6

JAKARTA, KOMPAS.com – Polisi memastikan kasus dugaan  rombongan pengantar jenazah merusak mobil milik warga HAS (40) di Jalan Casablanka, Jakarta Selatan segera masuk tahap penyidikan.

Kapolsek Tebet Kompol Iwan Gunawan mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan proses pemeriksaan para saksi.

Menurut dia, perkembangan perkara ini akan segera ditindaklanjuti.

“Sedang proses, minggu depan naik sidik,” kata Iwan saat dikonfirmasi, Rabu (3/9/2025).

Baca juga: Korban Minta Polisi Usut Laporan Mobilnya Dirusak Rombongan Pengantar Jenazah di Jaksel

Diberitakan sebelumnya, HAS (40), seorang pengendara mobil, mengaku belum mendapatkan kejelasan tersangka dari kasus perusakan mobilnya.

Ia mengaku sudah melapor sejak April lalu. Laporan polisi teregister nomor LP/B/52/III/2025/SPKT/Polsek Tebet pada 1 April 2025.

Ia bahkan sempat beberapa kali menanyakan kelanjutan kasus tersebut.

"Pada saat kejadian 1 April saya langsung laporan ke polisi, waktu itu diterima sama penyidik, saya dimintai keterangan, lalu sampai satu bulan itu tidak ada kabar, kemudian pada 1 Mei saya travel up laporan saya, seminggu kemudian juga saya kembali menanyakan," ungkap dia saat dihubungi Kompas.com, Rabu.

Menurut dia, hingga saat ini belum ada kepastian siapa pelaku perusakan mobilnya.

"Kurang lebihnya sudah ada tiga orang penumpang autobus yang dimintai keterangan tapi mengaku tidak mengetahui anggota keluarganya yang menendang kaca," kata dia.

Baca juga: Fakta Penangkapan 38 Tersangka Ricuh Jakarta, dari Perusakan hingga Penghasutan

Kronologi

Adapun kasus bermula saat dirinya yang tengah melintas di Jalan Casablanca bersama istri dan dua anaknya dihadang rombongan iring-iringan jenazah.

Ia mengaku saat itu sebuah autobus pariwisata dalam rombongan berhenti di depan SPBU dan memalang jalannya.

“Di depan SPBU Pertamina Casablanca, mobil autobus pariwisata Big Bird berhenti dan memalang jalan yang membuat saya menghentikan kendaraan,” ujarnya.

Ia menyebut lebih dari 10 penumpang autobus kemudian turun dan melakukan tindakan anarkis dengan merusak mobilnya.

“Kemudian lebih dari 10 orang penumpang turun ke jalan dan mulai melakukan tindakan anarkisme, mencoba membuka pintu, memukul-memukul mobil, memaki, menyuruh keluar,” kata dia.

Baca juga: Polisi Tangkap Terduga Provokator Perusakan Polres Jaktim di Cibubur

Read Entire Article









close
Banner iklan disini