Polisi Bakal Gelar Rekonstruksi Kasus Suami Bunuh Istri di Kebon Jeruk

5 months ago 2

JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi bakal menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan istri oleh suami di Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

"Saat ini kami sedang persiapkan dulu semuanya. Dalam waktu dekat nanti, kita akan gelar rekonstruksi," ujar Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Nur Aqsha kepada wartawan, Rabu (1/10/2025).

Tak hanya itu, polisi juga akan memeriksa kejiwaan terhadap W (55) yang menjadi pelaku pembunuhan terhadap istrinya, S (49).

Baca juga: Suami yang Bunuh Istri di Kebon Jeruk Menyesali Perbuatannya

Saat ini, pelaku tengah mendekam di sel tahanan usai membunuh istrinyam

Berdasarkan, hasil penelusuran polisi sang istri kerap kabur dan meninggalkan rumah karena masalah ekonomi di dalam rumah tangganya.

Hal itu kemudian menyulut emosi W dan memicu pertengkaran rumah tangga yang berujung pembunuhan.

"Intinya memang si korban ini merasa tidak bisa dipenuhi untuk kebutuhan hidupnya dari si pelaku, sering meninggalkan rumah. Si pelaku ini kesal, emosi," kata Aqsha.

Baca juga: Warga Ungkap Sang Suami Pernah Curhat Sebelum Bunuh Istri di Kebon Jeruk

Sebelumnya, seorang S (49), ditemukan tewas di kawasan Kedoya Selayan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Selasa (23/9/2025) siang. Dia diduga dibunuh oleh suaminya sendiri.

Pembunuhan itu terjadi di sebuah rumah kontrakan yang terletak di Gang Pandan II, RT 11 RW 05, Kelurahan Kedoya Selatan, Jakarta Barat.

Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk, AKP Ganda Jaya Sibarani mengatakan, pelaku menghabisi nyawa korban dengan cara dicekik menggunakan sebuah tali tas.

"Di TKP itu memang ditemukan ada sebuah tali, tali tas, yang diduga digunakan pelaku. Tapi sedang dicek oleh dokter, nanti hasil pemeriksaannya seperti apa," ucap Ganda saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa.

Sekitar dua jam setelah membunuh istrinya sendiri, pelaku kemudian menyerahkan diri ke Polsek Kembangan.

Baca juga: Suami di Kebon Jeruk Langsung Serahkan Diri ke Polisi Usai Bunuh Istrinya

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah instal aplikasi WhatsApp ya.

Read Entire Article









close
Banner iklan disini