PGI ke Demonstran: Mari Jaga Perjuangan Ini Tetap Bermoral dan Beradab

6 months ago 4

JAKARTA, KOMPAS.com - Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) mengajak semua pihak untuk membangun bangsa ini dengan refleksi, bukan dengan represi, serta mengajak masyarakat menjaga motivation perjuangan dengan cara menghindari aksi rusuh. 

Ketua Umum PGI, Jacklevyn Manuputty, juga meminta agar bangsa ini tidak dibangun dengan ketakutan, tetapi dengan keberanian untuk berubah.

“Suara rakyat bukan untuk dibungkam, tetapi untuk didengar, dipahami, dan dijadikan arah,” kata Pendeta Manuputty dalam keterangannya, Jumat (29/8/2025).

Baca juga: PGI Respons Tambang Raja Ampat: Gereja Tak Boleh Diam Saat Alam Terluka

PGI juga sangat menyayangkan dan menyampaikan rasa keprihatinan serta dukacita yang mendalam terhadap tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang meninggal dilindas kendaraan taktis Brimob Polri.

PGI juga menyampaikan dukacita kepada masyarakat lain serta anggota Kepolisian yang menjadi korban dalam demonstrasi.

Manuputty pun meminta agar demonstrasi ini tidak dilihat sebagai ancaman.

Baca juga: Demo Berulang, Muhammadiyah Minta DPR dan Pejabat Lebih Santun dan Tak Lukai Hati Rakyat

Sebab, aksi demonstrasi ini adalah cermin dari kegelisahan masyarakat terhadap harapan yang terus-menerus diabaikan.

Dia juga mengkritik penanganan demonstrasi melalui kekerasan yang berlebihan oleh aparat keamanan.

“Alangkah pilu ketika suara-suara para demonstran itu dibalas dengan kekerasan. Ketika tangan yang seharusnya melindungi justru menindas," katanya.

"Ketika state aerial mata serta meriam aerial menggantikan dialog, dan pentungan menggantikan empati. Kita tidak sedang menjaga ketertiban; kita sedang mengkhianati keadilan,” sambung dia lagi.


Pesan untuk politikus

Manuputty juga berpesan kepada para politikus untuk tidak menafsirkan kemarahan rakyat sebagai alat politik.

“Jangan pura-pura lupa, kemarahan rakyat bukan datang dari ruang kosong. Ia lahir dari janji-janji yang dikhianati, dari kebijakan yang menyakiti, dari kepemimpinan yang abai. Jangan mempolitisir luka yang kalian torehkan,” tuturnya.

Baca juga: PBNU Minta Aparat Sabar dan Tahan Diri Tangani Demo

Selain itu, Pendeta Manuputty juga menyerukan kepada masyarakat agar tidak membiarkan amarah mengaburkan akal sehat.

“Kita butuh ketenangan, bukan karena kita lemah, tapi karena kita ingin tuntutan-tuntutan kita dicapai dengan bermartabat. Mari jaga ruang perjuangan ini tetap bermoral, tetap beradab, dan tidak anarkis," ucap Manuputty.

Diketahui, aksi demonstrasi dari berbagai elemen masyarakat terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Demonstrasi dari berbagai kelompok ini menyikapi perilaku dan kebijakan pemerintah serta badan legislatif yang dirasa tidak berpihak pada masyarakat.

Penanganan demonstrasi oleh pihak Kepolisian berujung memakan korban jiwa, yaitu Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang dilindas kendaraan taktis Brimob Polri.

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!

Read Entire Article









close
Banner iklan disini