Petani Greenbelt Tuban Dapat Ilmu Baru dari SIG, Dorong Ketahanan Pangan

6 months ago 8

TUBAN – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus digencarkan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban. Selasa (9/9/2025), perusahaan menggandeng Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Tuban serta Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban dalam kegiatan Sosialisasi Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan bersama 55 Petani Greenbelt di Balai Among Jagat Ecopark Kambangsemi.

Materi yang diberikan meliputi pemanfaatan kaliandra sebagai tanaman energi dan konservasi lahan, budidaya melon dengan teknologi greenhouse, ternak kambing, serta budidaya ayam petelur. Seluruhnya disampaikan langsung oleh praktisi dan akademisi berpengalaman dari Tuban dan Lamongan.

Public Relation & CSR Management Officer SIG Pabrik Tuban, Luksono menyatakan, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus pemberdayaan masyarakat sekitar.

“Kami melakukan pendampingan teknis rutin untuk meningkatkan kompetensi petani. Harapannya, kolaborasi ini memperkuat SDM, pengembangan teknologi tepat guna ramah lingkungan, serta akses pemasaran produk unggulan Petani Greenbelt,” ujarnya.

SIG Tuban juga menyoroti inovasi pemanfaatan energi alternatif. Perusahaan telah menggunakan limbah pertanian, seperti bonggol jagung dan kayu kaliandra, sebagai bahan bakar alternatif pengganti batubara. Langkah ini dinilai strategis karena berpotensi menekan emisi karbon (CO₂) sekaligus membuka peluang ekonomi bagi petani.

“Kalau bapak-ibu petani punya bonggol jagung, jangan dibakar. Kumpulkan, karena bisa kami tampung. Ini peluang menambah pendapatan,” terang Luksono.

Guru Besar Unirow Tuban, Prof. Supiana Dian Nurtjahyani, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor ini. Menurutnya, kayu kaliandra bukan hanya sumber energi dengan nilai kalor tinggi (4.500–4.800 kkal/kg), tetapi juga bermanfaat sebagai tanaman konservasi karena akarnya kuat dan mengandung bakteri penyubur tanah.

“Di sekitar kita banyak sekali yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi, sumber pangan maupun lainnya. Seperti kayu kaliandra ini juga bisa dijadikan tanaman konservasi lahan krisis,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Penyuluh DKPPP Tuban Supriono, menegaskan pentingnya sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan akademisi.

“Kami berharap kegiatan ini rutin dilakukan, sehingga hubungan perusahaan dan masyarakat makin harmonis, sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal Tuban,” ungkapnya.

Dengan programme ini, SIG Tuban tak hanya membangun industri semen, tetapi juga ekosistem pertanian yang lebih berkelanjutan. Para petani Greenbelt di sekitar kawasan pabrik diharapkan mampu mengembangkan usaha produktif dari sektor pertanian, peternakan, hingga pengolahan limbah yang bernilai tambah. (Jun/Tgb).

Read Entire Article









close
Banner iklan disini