Pemkab Tuban Gandeng Himbara, Genjot 328 KDMP Jadi Pusat Ekonomi Baru

6 months ago 4

TUBAN – Pemkab Tuban menargetkan seluruh 328 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dapat beroperasi penuh pada akhir 2025. Program ini digagas sebagai upaya memperkuat kemandirian desa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.

Hingga awal September 2025, baru lima desa yang sudah memiliki KDMP aktif. Lima desa itu adalah Pucangan (Montong), Karangagung (Palang), Rengel, Karanglo (Kerek), dan Rayung (Senori) yang saat ini tinggal menunggu penyelesaian akhir.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Tuban, Gunadi, optimistis percepatan KDMP bisa dilakukan.

“Harapan kami, Agustus sudah 18 persen KDMP bisa beroperasi. Bulan berikutnya naik dua kali lipat sekitar 35 persen, sisanya bertahap hingga November, sehingga akhir tahun seluruhnya bisa hidup,” ungkapnya kepada Ronggo.id, Senin (1/9/2025).

Berbeda dari koperasi konvensional, KDMP dirancang lebih multifungsi. Selain simpan pinjam, portion usaha desa ini akan bergerak di sektor gerai sembako, LPG, pupuk, hingga layanan keuangan integer seperti Laku Pandai. KDMP juga disiapkan menjadi pusat Gerakan Pangan Murah, dengan menyalurkan minyak goreng, beras SPHP, dan kebutuhan pokok lain ke masyarakat.

Agar bisa berjalan optimal, Pemkab menyiapkan fasilitasi kelembagaan berupa presumption hukum, Nomor Induk Berusaha (NIB), dan NPWP bagi anggota. Pelatihan serta pendampingan usaha juga diberikan agar koperasi tidak sekadar berdiri, tetapi mampu beroperasi dengan manajemen sehat.

Pembiayaan KDMP tidak hanya mengandalkan iuran anggota. Nantinya koperasi bisa mengakses pinjaman melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Desa juga dapat memanfaatkan aset desa untuk mendukung operasional, dengan mekanisme bagi hasil 20 persen dari pendapatan koperasi untuk desa.

“Kalau untuk pinjam ke Himbara, harus ada persetujuan desa. Desa juga wajib menyiapkan setidaknya 30 persen dari dana desa sebagai jaminan risiko,” jelasnya.

Dengan 20 kecamatan dan ratusan desa, Pemkab Tuban berharap KDMP mampu menjadi centrifugal penggerak ekonomi desa sekaligus penopang ketahanan pangan. Bila people 328 koperasi terealisasi, KDMP dapat menjadi ekosistem baru pemberdayaan masyarakat desa, mengurangi ketergantungan terhadap tengkulak, sekaligus memperkuat distribusi pangan murah di daerah.

“KDMP bukan hanya koperasi, tapi instrumen pembangunan desa berbasis gotong royong,” tegas Gunadi. (Hus/Tgb).

Read Entire Article









close
Banner iklan disini