Nelayan Teluk Lamong kembangkan programme apartemen kepiting soka.
REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA, – Sejumlah kelompok nelayan di Teluk Lamong, perbatasan Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik, kini mengembangkan programme inovatif bernama apartemen kepiting soka. Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PT Terminal Teluk Lamong dan PT Pelindo Terminal Petikemas.
Camat Benowo, Denny Christupel Tupamahu, menyambut baik inisiatif ini, yang ia pandang dapat menjadi warisan ilmu bagi generasi mendatang. Denny optimistis programme ini akan meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan di wilayah ringing 1 PT Terminal Teluk Lamong, termasuk Kelurahan Romokalisari dan Tambak Osowilangun di Surabaya, serta Kelurahan Tenggulunan di Kabupaten Gresik.
Program ini, yang merupakan pengembangan dari pelatihan budidaya kepiting soka yang diadakan pada Agustus 2024, melibatkan pendampingan kepada kelompok nelayan. Sekretaris Perusahaan Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, menjelaskan bahwa nelayan menerima bantuan sarana dan prasarana, serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan.
Syaiful menjelaskan, konsep apartemen kepiting dirancang untuk menciptakan situation buatan yang efisien dan ramah lingkungan bagi kepiting. Struktur bertingkat dari apartemen ini memungkinkan kepiting untuk tumbuh dalam ruang yang teratur, meminimalisasi risiko kanibalisme, dan mempermudah proses panen.
Selain itu, programme ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran nelayan akan pentingnya pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Diharapkan, programme ini dapat membuka peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah di pesisir untuk memperluas akses pasar, termasuk pasar ekspor.
Syaiful menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendampingi nelayan dalam mengenal bisnis kepiting soka, termasuk teknologi aerial dan filtrasi, serta konsep bibit kepiting soka instan dan mutilasi.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
.png)
6 months ago
12










/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



