JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi VIII DPR Maman Immanulhaq mendesak adanya investigasi terhadap peristiwa ambruknya bangunan mushala tiga lantai di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.
Akibat peristiwa tersebut, 91 orang diperkirakan masih tertimbun, 3 orang dilaporkan meninggal dunia, 26 menjalani rawat inap, 1 orang dirujuk ke Mojokerto, dan 70 orang telah dipulangkan.
"Siapa pun yang lalai, baik kontraktor, pengawas, maupun pihak lain yang bertanggung jawab, harus diperiksa dan diberi sanksi sesuai aturan hukum," ujar Maman dalam keterangannya, Rabu (1/10/2025).
Baca juga: Ini Komponen Konstruksi Ponpes Al Khoziny yang Perlu Diperiksa
Tegasnya, keselamatan manusia harus menjadi perhatian penting dalam pembangunan lembaga pendidikan, termasuk untuk pondok pesantren.
Menurutnya, tidak boleh ada kompromi terhadap pembangunan pondok pesantren yang akan menampung banyak santri.
"Jika tiang fondasi tidak mampu menahan beban, artinya ada masalah serius pada tahap perancangan maupun pengawasan," ujar Maman.
Ia pun mendesak aparat kepolisian, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta pihak terkait lainnya untuk mengusut tuntas insiden tersebut.
Baca juga: Tim SAR Deteksi Lokasi Korban Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ada di 15 Titik
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan lembaga teknis lainnya juga diminta melakukan audit menyeluruh terhadap kualitas bahan, metode pembangunan, dan standar keselamatan konstruksi ponpes tersebut.
"Transparansi harus dijaga agar publik mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," ujar Maman.
Di samping itu, tak lupa ia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta pihak pesantren yang terdampak peristiwa tersebut.
Baca juga: Bangunan Mushala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk, Diduga Akibat Kegagalan Konstruksi
Harapannya, korban lainnya yang masih tertimbun dapat segera dievakuasi dari reruntuhan bangunan yang ambruk.
"Angka ini sangat memprihatinkan. Kita berharap proses evakuasi bisa berlangsung cepat dan semua korban segera ditemukan," ujar Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
KOMPAS.com/IZZATUN NAJIBAH Kondisi reruntuhan bangunan musala di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Selasa (30/9/2025)
Kronologi Ambruknya Mushala Ponpes Al-Khoziny
Menurut pengasuh ponpes, KH. Abdul Salam Mujib, bangunan mushala yang runtuh masih dalam proses pembangunan.
Pengecoran lantai dilakukan sejak Senin (29/9/2025) pagi hingga selesai sekitar pukul 12.00 WIB. Atap bangunan sendiri tidak menggunakan genteng, melainkan cor semen datar.
Sekitar pukul 15.00 WIB, ketika para santri sedang menunaikan shalat Ashar di rakaat kedua, lantai mushala tiba-tiba roboh. Akibatnya, puluhan santri yang berada di dalam mushala terjebak di balik reruntuhan.
Baca juga: 91 Santri Ponpes Al-Khoziny Masih Terjebak, Petugas Kirim Makan dan Minum Lewat Celah Reruntuhan
Mengetahui hal itu, petugas gabungan bersama relawan langsung bergerak cepat melakukan evakuasi. Dari pantauan, proses pencarian korban berlangsung dramatis karena sebagian santri masih tertindih worldly bangunan.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyampaikan hingga Senin sore, tercatat 79 korban dievakuasi.
Dari jumlah itu, 34 korban dirawat di Rumah Sakit Notopuro dan 45 lainnya dibawa ke Rumah Sakit Siti Hajar Sidoarjo.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah instal aplikasi WhatsApp ya.
.png)
5 months ago
3
/data/photo/2025/12/17/6942a4cd58598.jpeg)
/data/photo/2025/12/14/693e8276bad00.jpg)
/data/photo/2023/09/25/651119b4f0f05.jpg)
/data/photo/2025/12/17/6942ada4698fb.png)
/data/photo/2025/11/06/690c16b8e1742.jpg)
/data/photo/2024/07/29/66a7438e8144a.jpg)
/data/photo/2025/12/17/6942817fdd8c3.jpg)
/data/photo/2025/12/15/694002a077bde.jpg)


/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



