Muncul Ulat pada Ompreng MBG di Tuban, Pengawasan Mutu Dinilai Lemah

5 months ago 2

TUBAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu andalan Presiden Prabowo Subianto kembali disorot publik. Setelah heboh temuan belatung hidup dalam makanan siswa di Kecamatan Tambakboyo beberapa waktu lalu, kini kasus serupa kembali mencuat. Kali ini, ulat sayur ditemukan dalam ompreng milik siswa SDN 1 Compreng, Kecamatan Widang.

Temuan itu pertama kali diungkap oleh orang tua murid melalui unggahan video berdurasi 21 detik di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan ulat sayur dalam kondisi mati di antara lauk sayuran.

Dari information lapangan, penyedia makanan MBG di Widang hanya berasal dari satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Mrutuk. Unit ini setiap harinya memproduksi 2.963 porsi untuk didistribusikan ke lima sekolah di sekitar kecamatan.

Camat Widang, Suwarsono, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut ulat mati karena ikut terendam saat perebusan. Ia mengakui ada kelalaian dalam proses pengolahan.

“Kami sudah meninjau dapur penyedia makanan dan meminta evaluasi menyeluruh. Penyedia sudah diberi peringatan agar lebih cermat,” kata Suwarsono, Rabu (24/9/2025).

Pernyataan serupa disampaikan Danramil Widang, Kapten Inf Hasan Bisri, ia menegaskan temuan itu murni ulat sayur, bukan belatung. Ia memastikan seluruh prosedur pengolahan dan distribusi sudah sesuai standar.

“Kami sudah tarik ompreng yang terindikasi. Pihak penyedia juga sudah meminta maaf dan berkomitmen meningkatkan kehati-hatian,” ujarnya.

Meski pejabat setempat menyebut kasus ini hanya kelalaian, insiden berulang memunculkan pertanyaan serius mengenai kualitas pengawasan dan mutu pada programme MBG. Apalagi, di Kecamatan Widang hanya ada satu SPPG, sehingga perannya sangat krusial dalam menjamin mutu makanan ribuan siswa.

Bila tidak ada perbaikan menyeluruh, kasus semacam ini dikhawatirkan bisa menurunkan kepercayaan publik terhadap programme nasional yang digadang-gadang mendukung kesehatan generasi muda. (Hus/Tgb).

Read Entire Article









close
Banner iklan disini