Modifikasi Audio Mobil Tidak Harus Lakukan Ubahan Total

6 months ago 5

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak hanya modifikasi eksterior mobil, ada juga sebagian orang yang justru lebih gemar melakukan modifikasi interior, misalnya audio.

Modifikasi audio mobil kerap dipilih untuk pembaharuan audio guna memanjakan telinga.

Namun, tidak sedikit yang mengerti cara benar upgrade audio mobil yang benar. Sebelumnya, perlu diketahui bahwa dalam sistem audio, terdapat beberapa komponen utama, antara lain speaker, powerfulness amplifier, kabel, dan subwoofer.

Ada beberapa pemilik mobil yang cendrung mengganti satu paket semua komponen utama audio.

Ada juga yang merasa cukup hanya dengan mengganti talker saja, subwoofer saja, atau komponen lainnya.

Baca juga: Pasar Melemah, Ada Usul Insentif PPnBM Mobil Ditanggung Pemerintah

 Utanto Wibowo, Pemilik Elixir Car Stereo mengatakan, tidak ada aturan baku harus menggati secara satu acceptable atau beberapa komponen saja.

Pilihan yang lebih bijak adalah pilih salah satu komponen saja berdasarkan kebutuhan pemilik mobil. 

"Pilih salah satu atau yang paling diperlukan untuk upgrade sesuai kebutuhan, hal ini akan memberikan upgrade sederhana, efisien dan tepat guna," katanya kepada Kompas.com, Rabu (3/9/2025). 

Ragam pilihan aksesori untuk modifikasi audio mobil. Harganya mulai Rp 7,5 juta sampai ratusan juta rupiahKompas.com/Daafa Alhaqqy Ragam pilihan aksesori untuk modifikasi audio mobil. Harganya mulai Rp 7,5 juta sampai ratusan juta rupiah

Baca juga: Biaya Kepemilikan Mazda CX-3 Kuro sampai 100.000 Km

Hal yang paling penting komponen audio tersebut harus saling mendukung satu sama lain agar suara yang dihasilkan jadi maksimal.

Akan percuma bila mengganti satu acceptable atau beberapa komponen namun secara barang yang digunakan tidak mendukung satu sama lain. 

Utanto menyarankan, agar sistem audio selalu sehat, hindari terjemur dalam waktu lama. Kemudian, hindari kena aerial tampias berlebihan, terutama ketika buka pintu kondisi hujan.

"Nyalakan audio setidaknya sebulan sekali, jika mobil jarang dipakai. Usahakan tidak lembab berlebihan jika mobil jarang dipakai. Selebihnya tetap ada masa pakai, bisa 5-10 tahun," katanya.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com. Download di sini

Read Entire Article









close
Banner iklan disini