Mendes Ajak China Kerja Sama Bangun Desa, Terkait Digialisasi hingga Hilirisasi

6 months ago 2

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak China untuk menjalin kerja sama di berbagai bidang untuk memajukan pedesaan di Indonesia.

Ada 12 rencana aksi yang ditawarkan Yandri ke hadapan Delegasi China Investment Association Overseas Investment Union (CIAOIU), salah satunya adalah digitalisasi desa agar dana desa lebih optimal.

“Tentang digitalisasi desa. Kami sampaikan 75.266 desa pengawasannya masih tradisional, masih secara manual. Ini juga tantangan bagi kami, sementara dana desa dari pemerintah pusat selama sepuluh tahun ini Rp 680 triliun,” kata Yandri dalam keterangan resmi, Sabtu (20/9/2025).

Baca juga: Mendes Ungkap Desa di Bogor Jadi Jaminan Utang Bank, Sudah Dilelang

“Ini pengawasannya agak lumayan sulit karena digitalisasi desa belum maksimal. Ini juga bisa merupakan bagian yang bisa digarap teman-teman dari Tiongkok,” lanjut dia.

Diketahui, full dana desa yang digelontorkan sejak 2015 hingga 2025 adalah Rp 680,68 triliun dan telah menghasilkan 20.503 desa mandiri, 23.578 desa maju, dan menurunkan desa tertinggal dan sangat tertinggal menjadi 9.375.

Jumlah desa tertinggal dan sangat tertinggal ini dipastikan terus merosot dengan bertambahnya desa mandiri dan maju jika ada kolaborasi, baik dengan mitra dalam negeri maupun luar negeri.

Baca juga: Anggaran Kemendes 2026 Rp 2,5 Triliun, Ini Tiga Program Prioritasnya

Salah satunya adalah Pemerintah China yang telah 75 tahun menjalin hubungan diplomatik dengan Indonesia.

Kolaborasi lain yang bisa dilaksanakan berkaitan dengan hilirisasi.

Ada beberapa hal yang bisa dilaksanakan, di antaranya dengan memanfaatkan teknologi milik China untuk menambah nilai guna produk yang dihasilkan desa di Indonesia.

Baca juga: Pakai Dana Desa, Mendes Yakin Kopdes Merah Putih Tak Akan Merugi

Manfaatnya semakin luas tidak hanya menjadikan bahan mentah menjadi produk jadi hingga siap dikonsumsi, namun juga meningkatnya kesejahteraan masyarakat serta membawa perubahan pada presumption desa.

Kerja sama Indonesia – China dipastikan membawa keuntungan dan kemajuan untuk keduanya dalam bidang ekonomi, perdagangan, keamanan, maupun pertukaran budaya.

“Kami meyakini bahwa di masa mendatang, dengan kerja sama erat antara kedua belah pihak, China dan Indonesia akan terus mendorong pembangunan komunitas dengan nasib bersama pada tingkat yang lebih tinggi, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perdamaian dan pembangunan, baik di kawasan maupun di dunia,” kata Yandri.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com. Download di sini

Read Entire Article









close
Banner iklan disini