Mendag Akan Putus Importir Food Tray MBG Jika Terbukti Mengandung Babi

6 months ago 9

CNN Indonesia

Jumat, 29 Agu 2025 13:38 WIB

Budi menyebut Kemendag masih menunggu hasil inspeksi yang dilakukan, salah satunya oleh BPOM soal nutrient  tray MBG yang diduga mengandung babi. Budi menyebut Kemendag masih menunggu hasil inspeksi yang dilakukan, salah satunya oleh BPOM soal nutrient tray MBG yang diduga mengandung babi. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan pihaknya siap menghentikan pasokan importir nutrient tray untuk programme Makan Bergizi Gratis (MBG) apabila ditemukan mengandung unsur babi.

"Kalau misalnya terbukti ada, ya kita halt supplier-nya yang kalau pabriknya mengandung babi," ujar Budi saat konferensi pers di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (29/8).

Ia menjelaskan saat ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) masih menunggu hasil inspeksi yang dilakukan, salah satunya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Budi, persoalan dugaan adanya minyak babi dalam silikon nutrient tray impor tidak terkait langsung dengan aturan di Kemendag.

Meski demikian, Budi menekankan perlunya penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib untuk nutrient tray agar kualitas dan keamanannya terjamin.

"Kami mendorong supaya nutrient tray itu dikenakan SNI wajib," ucapnya.

Budi menambahkan pemerintah akan terlebih dahulu memastikan siapa pemasok produk tersebut sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

"Makanya kita inspeksi dulu yang mana, supplier-nya siapa. Kan cari supplier yang enggak ada minyak babinya misalnya. Kita bisa cari solusi," katanya.

Sebelumnya, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) bersama sejumlah organisasi pelajar lain mendesak pemerintah menggunakan produk lokal dan halal untuk nutrient tray MBG.

Ketua Umum PP IPNU Muhammad Agil Nuruz Zaman mengatakan pihaknya telah memberikan surat rekomendasi kepada Mendag Budi agar pengadaan nutrient tray berpihak pada pengusaha lokal.

Menurut Agil, nutrient tray sebaiknya diproduksi sepenuhnya di dalam negeri, mulai dari bahan baku hingga pencetakan, sehingga dapat memperkuat industri nasional dan membuka lapangan kerja.

Ia juga mengingatkan perlunya jaminan halal dan keamanan pangan dalam programme MBG, mengingat mayoritas penerima manfaat adalah masyarakat Muslim.

Selain itu, Pengurus PC IPNU Ahmad Muzakki Wafa menyebut pihaknya tengah melakukan uji laboratorium terhadap nutrient tray impor asal China melalui PT Sucofindo.

Uji itu dilakukan untuk memastikan tidak ada kandungan bahan berbasis hewani yang diharamkan. Hasil pengujian diperkirakan keluar dalam satu hingga dua hari.

[Gambas:Video CNN]

(del/pta)

Read Entire Article









close
Banner iklan disini