Massa Demo di Polda Metro Bergeser, dari Jalan Gatot Subroto ke Sudirman

6 months ago 4

JAKARTA, KOMPAS.com - Massa aksi mahasiswa yang sempat berkumpul di Jalan Gatot Subroto bergerak menuju gerbang Polda Metro Jaya di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (29/8/2025).

Pantauan Kompas.com sekitar pukul 16.17 WIB, barisan mahasiswa beralmet dari Universitas Paramadina dan MH Thamrin tampak berjalan perlahan ke arah Sudirman.

Setibanya di lokasi, mereka disambut mahasiswa Universitas Indonesia yang sudah lebih dulu berjajar dengan jaket kuning di barikade depan Polda Metro.

Baca juga: Mahasiswa Masuki Polda Metro Jaya dan Nyanyikan Yel-yel, Polisi Langsung Bentuk Barikade

Tak lama kemudian, sekelompok pengendara centrifugal yang membawa bendera Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) juga merapat dan bergabung dengan barisan massa aksi.

Seruan kritik pun menggema, diarahkan langsung kepada aparat kepolisian yang berjaga di balik gerbang Polda Metro Jaya yang tertutup rapat.

Beberapa mahasiswa terlihat mencoba mendesak masuk dengan menendang, melempar barang, hingga mendorong paksa gerbang tersebut.

Dinding hitam Polda Metro turut dipenuhi coretan pilok, sementara pagar besi dan pos polisi di sekitar lokasi tampak mengalami kerusakan.

Situasi itu membuat arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman menuju Senayan lumpuh total, kecuali jalur yang masih bisa dilewati ambulans.

Baca juga: Massa Terobos Masuk Polda Metro Jaya lalu Duduk Bersama dengan Polisi

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) sebelumnya telah menyerukan aksi di Polda Metro Jaya.

Demonstrasi ini merupakan bentuk protes atas tindakan represif aparat terhadap masyarakat, termasuk insiden pengemudi ojek online yang tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob pada demo 28 Agustus 2025.

“Ini dilatarbelakangi oleh solidaritas perjuangan rakyat yang dicederai oleh brutalitas dan tindakan represif aparat kepolisian,” ujar Koordinator BEM UI, Bima, kepada Kompas.com, Jumat.

Adapun lima tuntutan mahasiswa yang dibawa dalam aksi tersebut adalah:

  1. Menuntut Polri bertanggung jawab atas penangkapan, kekerasan, hingga pembunuhan terhadap massa aksi.
  2. Mencopot Kapolda Metro Jaya dan Kapolri yang dianggap tutup mata serta membiarkan tindakan represif.
  3. Menghukum anggota Polri yang melakukan kekerasan, penyiksaan, hingga pembunuhan terhadap massa aksi.
  4. Membebaskan seluruh massa aksi yang ditahan.
  5. Menuntut reformasi institusi Polri yang dianggap menyimpang dari tugas pokok dan wewenang.

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!

Read Entire Article









close
Banner iklan disini