JAKARTA, KOMPAS.com – Massa dari Suara Ibu Peduli Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar aksi di kawasan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Rabu (1/10/2025).
Mereka meminta pemerintah melakukan evaluasi full terhadap programme MBG yang masih menyisakan banyak persoalan di lapangan.
“Kami mohon dengan hormat kepada Bapak Presiden untuk mengevaluasi full programme MBG. Jangan sampai anak-anak Indonesia dijadikan korban,” ujar Yuli Supriati dari Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat dalam aksi, Rabu.
Baca juga: Aksi Peduli MBG di Monas Desak Evaluasi Kualitas Gizi untuk Anak Sekolah
Yuli menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyebut kasus keracunan MBG hanya sebesar 0,0017 persen.
KOMPAS.com/Omarali Dharmakrisna Soedirman Massa Aksi Peduli MBG di Monas, Soroti Kualitas Gizi Makanan
Menurut mereka, nyawa anak tidak bisa dipandang sebagai angka statistik.
“Tapi mengapa Presiden menganggap ini masih hanya angka? Pak Presiden sekali lagi tolong, ini bukan sekadar angka, ini anak Indonesia. Bapak punya anak, cucu, ponakan. Apakah harus menunggu mereka yang jadi korban?” tutur Yuli.
Yuli mengingatkan bahwa kasus keracunan sudah menimpa ribuan anak di sejumlah daerah, bahkan sempat menimbulkan polemik karena keluarga korban tidak tahu siapa yang harus bertanggung jawab atas biaya pengobatan.
Berdasarkan catatan sejumlah organisasi masyarakat sipil, setidaknya lebih dari 8.600 anak diduga mengalami keracunan MBG.
Baca juga: 6.457 Orang Keracunan MBG per September 2025, Terbanyak di Pulau Jawa
Kondisi ini memunculkan desakan agar pemerintah menyiapkan mekanisme pertanggungjawaban yang lebih jelas, termasuk soal standar dapur dan distribusi makanan.
Dewi (41), salah satu peserta aksi dari Jakarta Pusat, mengaku khawatir jika anak-anak terus menjadi korban.
“Kalau satu anak saja sudah trauma, apalagi ribuan. Jangan sampai kita menutup mata. Anak-anak adalah masa depan, jangan dijadikan percobaan,” kata Dewi.
Sementara itu, Sumi (35), ibu rumah tangga asal Gambir, menilai programme MBG harus tetap dijalankan, tetapi dengan perbaikan.
“Program ini bagus, tapi jangan terburu-buru. Lebih baik dipastikan dulu gizinya sesuai, dapurnya aman, jangan sampai merugikan anak-anak,” ujarnya.
Baca juga: Tanggapi Prabowo soal Kasus Keracunan MBG 0,00017 Persen, Massa: Satu Anak Sangat Berharga
Massa aksi berharap Presiden Prabowo menindaklanjuti kritik masyarakat sipil secara serius.
Mereka menegaskan, permintaan evaluasi full bukan untuk menghentikan program, melainkan agar anak-anak Indonesia benar-benar terlindungi.
Sebelumnya, Presiden Prabowo memastikan programme MBG tetap berjalan. Hal itu disampaikan dalam sambutannya saat acara akad massal 26.000 KPR FLPP di Cileungsi, Bogor, Senin (29/9/2025).
Ia menyebut programme tersebut telah menjangkau hampir 30 juta penerima manfaat dan menyalurkan lebih dari 1 miliar paket makanan.
Baca juga: Komnas PA Minta SPPG Tanggung Jawab Terkait Kasus Keracunan MBG
Prabowo mengakui adanya kekurangan, termasuk kasus dugaan keracunan, namun menilai penyimpangan itu relatif kecil.
“Deviasi itu adalah ternyata 0,0017, cukup membanggakan apa yang kita hasilkan,” kata Prabowo.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah instal aplikasi WhatsApp ya.
.png)
5 months ago
3
/data/photo/2025/12/17/6942a4cd58598.jpeg)
/data/photo/2025/12/14/693e8276bad00.jpg)
/data/photo/2023/09/25/651119b4f0f05.jpg)
/data/photo/2025/12/17/6942ada4698fb.png)
/data/photo/2025/11/06/690c16b8e1742.jpg)
/data/photo/2024/07/29/66a7438e8144a.jpg)
/data/photo/2025/12/17/6942817fdd8c3.jpg)
/data/photo/2025/12/15/694002a077bde.jpg)


/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



