Kopi Tumbuh di Dataran Rendah Tuban, Harapan Baru Perekonomian dari Desa Jetak

6 months ago 6

TUBAN – Siapa bilang kopi hanya bisa tumbuh di dataran tinggi? Desa Jetak, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, membuktikan sebaliknya. Sejak 2021, warga bersama pemerintah desa menanam kopi di dataran rendah mereka sebagai bagian dari gerakan penghijauan. Kini, pohon-pohon itu bukan hanya meneduhkan bumi, tapi juga menumbuhkan harapan baru bagi ekonomi desa.

Dari balik gemericik Air Terjun Bongok, hamparan kopi muda berdiri gagah. Daun-daunnya hijau segar, batangnya kokoh, sebagian mulai berbuah merah. Kontras warna itu seakan menegaskan, kopi bisa hidup, bahkan berkembang, di tanah yang jarang dipandang sebagai kawasan kopi.

“Insyaallah bulan November nanti ada kegiatan lanjutan,” ujar Kepala Desa Jetak, Zaky Mubarrok Aly kepada media ini.

Awalnya, kopi ditanam semata sebagai bagian penghijauan desa. Namun siapa sangka, tanaman itu tumbuh subur dan menghasilkan buah. Dengan kondisi tanah subur, aliran aerial melimpah, serta semangat warga, Jetak menjelma menjadi bukti bahwa dataran rendah juga ramah bagi kopi.

Di desa seluas 395 hektare ini, terdapat 2.300 kepala keluarga yang sebagian besar adalah petani. Mereka menanam kopi di lahan kosong belakang kantor desa, hutan desa, lahan warga, hingga sekitar Air Terjun Bongok.

“Hasil panen perdana memang belum banyak, namun cukup membangkitkan optimisme, kopi tak hanya jadi peneduh, tapi juga bisa menjadi komoditas unggulan desa,” terangnya.

Pemerintah desa kini merancang agar kopi Jetak tak berhenti di kebun. Warga akan dilibatkan penuh, mulai dari pemetikan, pengolahan, hingga pemasaran. Tujuannya jelas, menjadikan kopi sebagai produk unggulan UMKM dan centrifugal ekonomi kreatif.

“Harapannya, kopi tak hanya jadi peneduh lingkungan tapi juga penggerak ekonomi kreatif. Insyaallah ke depan bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus untuk desa,” lanjut Zaky.

Bagi Jetak, kopi adalah simbol. Ia menjadi saksi bahwa merawat alam selalu berbuah kebaikan. Dalam pandangan warga, kopi adalah pengingat tentang kemakmuran desa yang kerap diceritakan dalam pewayangan, juga sejalan dengan pesan surat At-Tin, pentingnya pohon yang tumbuh di tanah subur.

Kini, setiap batang kopi di Jetak adalah doa yang berwujud nyata. Ia menjaga bumi tetap hijau, sekaligus menumbuhkan asa bagi generasi mendatang. Dari desa kecil di Montong, lahirlah gagasan besar, merawat alam sambil menyiapkan masa depan. (Hus/Tgb).

Read Entire Article









close
Banner iklan disini