KOMPAS.com — Minat masyarakat Indonesia terhadap aset integer semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, pemahaman mengenai teknologi blockchain dan praktik investasi kripto masih menjadi tantangan. Banyak calon capitalist kesulitan membedakan proyek yang kredibel, serta rentan terjebak hype ataupun disinformasi.
Menjawab kebutuhan tersebut, Komunitas Kripto (KK) hadir sebagai wadah pembelajaran yang inklusif dan praktis. Komunitas ini menggabungkan edukasi daring melalui weekly calls dengan programme pelatihan intensif tatap muka berupa bootcamp dua hari.
Setiap pekan, ratusan peserta dari berbagai latar belakang mengikuti sesi daring KK, mulai dari mahasiswa yang baru mengenal istilah margin call, karyawan yang ingin memahami opsi lending, hingga ibu rumah tangga yang penasaran dengan centralized exchange (CEX).
Baca juga: Token WLFI Dirilis ke Pasar, Proyek Kripto Baru Keluarga Trump
Hingga kini, lebih dari 8.000 anggota telah bergabung, termasuk sekitar 300 peserta VIP. Dalam weekly calls, peserta berkesempatan berdiskusi langsung dengan praktisi blockchain, analis pasar, dan pendiri proyek-proyek baru.
Topik yang dibahas pun beragam, mulai dari perkembangan harga terkini, strategi memanfaatkan airdrop, hingga tren besar di industri Web3.
Founder Komunitas Kripto sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Kommunitas Launchpad Robbie Jeo menilai bahwa membeli Bitcoin itu cuma gerbang depan. Begitu masuk, masih ada ribuan pintu lain di dunia DeFi dan blockchain yang menunggu.
“Tugas kami adalah memastikan orang Indonesia tahu cara membuka pintu-pintu itu, lalu berani melangkah masuk,” ujar Robbie dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (4/9/2025).
Selain edukasi daring, KK juga menyelenggarakan Bootcamp 2 Hari Kuasai Kripto yang dirancang khusus bagi pemula. Pelatihan tatap muka ini menitikberatkan pada praktik langsung agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga terbiasa menggunakan teknologi kripto dalam aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Fenomena September Effect: Peluang Reli Saham dan Kripto di 2025
Selama dua hari, peserta diajak membuat wallet di perangkat masing-masing, mempelajari cara kerja CEX dan decentralized exchange (DEX), mencoba fitur lending dan borrowing, serta memahami manajemen risiko dan strategi investasi. Materi juga mencakup extremity menghindari penipuan dan jebakan pasar kripto.
“Bootcamp ini kami rancang agar siapa pun—bahkan tanpa latar belakang teknologi atau finansial—bisa memahami kripto dengan benar dan percaya diri. Ini adalah cara kami melawan disinformasi dan hype palsu yang sering menjebak pemula,” jelas Robbie.
Robbie dikenal sebagai pendiri Kommunitas Launchpad yang meraih penghargaan Best Crypto Launchpad 2022 dan Emerging Launchpad of the Year 2024. Ia juga masuk daftar Coinvestasi Most Impactful Figures 2024.
Deva, salah satu peserta bootcamp, mengaku merasakan manfaat besar dari programme ini.
“Wadah yang paling bagus untuk teman-teman belajar, sharing. Kenapa saya bilang begitu? Karena saya ikut grup-grup lain yang harganya jauh lebih mahal, tapi di sana lebih banyak satu arah. Jadi menurut saya, di sini sudah paling tepat,” ucapnya.
Robbie menambahkan, dengan kombinasi edukasi daring dan pelatihan intensif, Komunitas Kripto berupaya menghadirkan pemahaman yang lebih komprehensif bagi masyarakat.
“Semoga semakin banyak orang dapat memanfaatkan peluang di dunia aset integer dengan bijak dan terhindar dari risiko yang tidak perlu,” imbuh dia.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com. Download di sini
.png)
6 months ago
5
/data/photo/2025/12/17/6942a4cd58598.jpeg)
/data/photo/2025/12/14/693e8276bad00.jpg)
/data/photo/2023/09/25/651119b4f0f05.jpg)
/data/photo/2025/12/17/6942ada4698fb.png)
/data/photo/2025/11/06/690c16b8e1742.jpg)
/data/photo/2024/07/29/66a7438e8144a.jpg)
/data/photo/2025/12/17/6942817fdd8c3.jpg)
/data/photo/2025/12/15/694002a077bde.jpg)


/data/photo/2025/08/25/68abe52811277.jpeg)



